Current Issues

Waduh, Jaga Jarak 1,8 Meter di Ruangan Tak Lagi Efektif Cegah Covid-19?

Dwiwa

Posted on April 27th 2021

Selama lebih dari setahun, cara melindungi dari Covid-19 selalu melibatkan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Bahkan meskipun saat ini penggunaan vaksin sudah meningkat, protokol kesehatan tersebut masih diterapkan di banyak tempat.

Tapi sebuah studi baru mengungkap hal yang mengejutkan. Dilansir dari Bestlife, sebuah studi yang baru-baru ini ditinjau sejawat dan diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science of the United States of America menemukan jika menjaga jarak mungkin tidak benar-benar melindungi kita dari Covid-19 saat berada di dalam ruangan.

“Kami berpendapat sebenarnya tidak banyak manfaat dari aturan enam kaki (1,8 meter),” ujar Martin Z. Bazant, PhD, salah satu penulis studi dari Massachussetts Institute of Technology (MIT) yang melakukan penelitian tersebut kepada CNBC

Menurutnya, aturan tersebut tidak memiliki dasar fisik. Sebab udara yang dihirup saat menggunakan masker cenderung naik dan turun di tempat lain di dalam ruangan. Itulah mengapa orang akan lebih terpapar.

Bahkan saat menggunakan masker sekalipun, jaga jarak mungkin tidak banyak membantu saat di dalam ruangan. Misalnya ketika individu bermasker tersebut bernyanyi keras di dalam ruang, orang yang berjarak 1,8 meter memiliki risiko yang sama dengan orang duduk di seberang ruangan. 

Bazant menjelaskan jika pedoman kesehatan yang ada saat ini berfokus pada elemen yang salah dan mengatakan penekanan pada jarak benar-benar salah tempat sejak awal.

“Jarak tidak banyak membantu dan ini juga memberikan rasa aman palsu karena saat berada di dalam ruangan jarak 6 kaki dan 60 kaki memiliki keamanan yang sama. Semua orang di ruangan itu kurang lebih memiliki risiko sama,” jelasnya. 

Studi juga menunjukkan jika meskipun pembatasan kapasitas dalam ruang dapat membantu mencegah orang berpapasan satu sama lain, jumlah waktu yang dihabiskan di dalam ruanganlah yang meningkatkan risiko infeksi.

Menurut proyeksi mereka, bahkan sebanyak 20 orang di dalam ruang yang berada di dalam ruangan kecil bisa aman selama mereka hanya menghabiskan waktu sekitar 1 menit. Tetapi kelompok yang sama jika menghabiskan waktu berjam-jam di dalam akan sangat meningkatkan kemungkinan tertular Covid-19.

Menurutnya, panduan yang ada cenderung mengabaikan lama waktu yang dihabiskan seseorang di dalam ruang. Padahal semakin lama individu di dalam ruangan bersama orang terinfeksi, semakin besar kemungkinan tertular.

Bazant juga mengatakan jika membuka jendela atau memasang kipas untuk membuat udara tetap bergerak lebih efektif dibanding sistem penyaringan udara. Selain itu, menurutnya pembatasan jumlah orang di dalam ruang tidak diperlukan dengan catatan harus memperhatikan lama waktu yang dihabiskan di dalam ruang.

Penelitian ini dilakukan Bazant bersana dengan rekannya John W.M Bush guna menghitung risiko paparan Covid-19 di dalam ruangan. Dalam penelitiannya, mereka memperhitungkan sejumlah indikator penularan termasuk waktu yang dihabiskan, penyaringan, sirkulasi udara, imunisasi, varian, penggunaan masker, dan aktivitas pernapasan. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Jangan Lupa 5 SIAP untuk Hadapi Pembelajaran Tatap Muka

Current Issues
Lakukan Hal Ini Saat di Luar Ruangan Agar Tidak Terkena Varian Delta

Current Issues
Studi: Tanpa Masker, Partikel Infeksius Pasien Covid Terbang Melebihi 1,8 Meter