Interest

Solastalgia, Gangguan Mental Karena Perubahan Iklim. Yuk Kenali Cirinya!

Dwiwa

Posted on April 26th 2021

Perubahan iklim telah memengaruhi banyak hal di muka bumi dalam beberapa tahun terakhir. Dan menurut Dr. Jen Hartstein, kontributor kesehatan mental Yahoo Life, ternyata perasaan kehilangan yang luar biasa pada lingkungan juga berdampak pada kesehatan mental kita loh.

Bahkan nih, psikolog menciptakan ungkapan untuk keputusasaan yang disebabkan oleh iklim yakni “solastalgia”. Hartstein menjelaskan ini merupakan gagasan bahwa iklim benar-benar membuat kita merasa sedih, cemas, dan kewalahan karena tidak tahu apa yang akan terjadi. Ada perasaan tersesat bahkan saat berada di rumah.

Psikolog keluarga tersebut menjelaskan bahwa kita menjadikan rumah sebagai tempat yang menjamin keselamatan dan keamanan. Saat terjadi bencana lingkungan dan kehilangan rumah, kita cenderung merasa kehilangan rasa penghiburan dan kedamaian.

Bahkan bagi yang tidak terancam kehilangan rumah pun kesehatan mentalnya masih terdampak. Pada skala global, hal tersebut akan membuat kita memandang rumah yang ada di bumi dalam ancaman bahaya.

Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasi solastalgia ini?

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah terhubung dengan alam secara positif. Ini menjadi salah satu kunci kesehatan mental yang baik. Hartstein menyarankan agar kita mencari tempat aman yang dapat membuat kedamaian yang dibawa alam bisa kita rasakan.

“Saat kita terputus dari bumi, yang disoroti oleh solastalgia, kita ingin mencari cara untuk terhubung, atau sebuah tempat dan lokasi (dimana) kita merasa aman dan terlindungi,” ujar Hartstein.

Dia menyarankan untuk menemukan tempat khusus di taman yang kalian tahu aman dan bisa dikunjungi sesering mungkin. Itu akan membuat kita mendapatkan keseimbangan yang dibutuhkan untuk melewati hari-hari dengan lebih efektif.

Bahkan, kata Hartstein, bagi mereka yang tidak dapat datang langsung ke alam, membawa lebih banyak alam ke rumah melalui tanaman dan menghabiskan waktu bersama alam melalui film atau internet dapat membantu mendapatkan kembali perasaan terhubung dan meredakan kecemasan tentang lingkungan.

Kemudian langkah berikutnya untuk bisa mengatasi solastalgia ini adalah dengan mengambil tindakan untuk lingkungan. Hartstein mengatakan kita pada dasarnya adalah orang penuh kasih yang merasakan sakit ketika melihat orang lain menderita. Menyalurkannya ke dalam tindakan dapat membantu.

“Ada banyak cara untuk menemukan koneksi dan untuk merasa kita memiliki kekuatan untuk membuat perubahan,” jelas Hartstein. Menurutnya, kalian harus menemukan cara bagaimana bisa bekerja dengan komunitas di tempat kalian tinggal untuk membuat segalanya lebih baik dan lebih aman bagi semua orang.

Apakah itu dengan membantu menyelamatkan hewan, mendonasikan uang untuk membantu orang-orang yang kehilangan dalam bencana lingkungan, atau terlibat dalam organisasi ramah lingkungan untuk membantu menangani hal-hal terkait perubahan iklim.

Cara berikutnya adalah putuskan siklus berita buruk. Menurut Hartstein, mendapat informasi itu penting, tetapi jangan sampai itu menimbulkan kecemasan yang konstan. Dia pun menyarankan untuk membuat kategori tertentu saat mencari berita.

Misalnya jika hari ini informasi yang dicari berfokus pada virus corona, kemudian besok berhenti dan menggantinya dengan hal-hal berbau perubahan iklim atau pemanasan global. Tetapi dia tidak menyarankan untuk melihat semuanya sekaligus karena itu bisa terlalu berat dan membuat kita kewalahan.

Sebaliknya, coba carilah informasi atau hal-hal baik yang terjadi. Misalnya saja kisah kepahlawanan yang nyata atau para pembuat perubahan. Hartstein menyarankan untuk menemukan kisah-kisah itu untuk membuat kalian berpikir lebih jernih sehingga dapat lebih tercerahkan dan merasa lebih berdaya saat segala sesuatunya terasa sulit.

Kemudian jika memang perubahan iklim benar-benar memengaruhi kesehatan mental, langkah terakhir adalah membicarakannya dengan teman, keluarga atau komunitas di sekitar tentang perasaan kalian.

Hartstein mengatakan kalian tidak sendiri dalam rasa kekhawatiran ini. Dengan membicarakannya bersama orang lain, kalian bisa mengetahui bagaimana perasaan mereka sehingga dapat menemukan rasa kebersamaan. Dengan begitu, kalian tidak perlu melewati semua ini sendiri. (*)

 

Related Articles
Interest
Hewan Pendukung Emosional Bisa Beri Dukungan Positif Bagi Emosi Manusia

Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak

Lifestyle
5 Cara Memanfaatkan Kecemasan untuk Kebaikan Diri, Bisa Banget!