Portrait

Berkenalan dengan Sosok Kreator Dibalik Logo Asian Games 2018

Jean Marais

Posted on August 30th 2018

            2018 menjadi tahun yang cukup monumental di sejarah panjang olahraga tanah air. Setelah lebih dari empat dekade berselang, Indonesia kembali mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Hingga hari ini (30/8), Indonesia bertengger di peringkat ke-4, dengan total perolehan 88 poin. Kiprah sang garuda tidak pernah secemerlang ini. Jika ditilik dari sejarah, ini adalah karir paling gemilang yang berhasil diraih oleh Indonesia.

            Diantara ingar bingar gemerlap Asian Games, sosok Jefferson Edri kerap luput dari radar pembacaan. Ia memang bukan seorang atlet yang menyumbang medali emas. Namun, ia adalah sosok dibalik kemegahan ikon Asian Games 2018 ini. Bersama Feat Studio, ia memberikan sumbangan kepada tanah air berupa kreativitas di bidang desain.

            Dalam logonya, ia terinspirasi lewat bangunan megah Gelora Bung Karno. Yang menurut Jefferson, memiliki semangat yang bergelora, dan cocok sebagai representasi semangat bangsa, dalam menyambut perhelatan akbar ini. Tak hanya itu, ia pun menampilkan tiga hewan khas Indonesia, sebagai maskot yang tampil menggemaskan.

            "Desain grafis yang kami luncurkan ini bukan sekadar logo dan maskot, tapi menjadi sistem indentitas tentang sebuah merek baru perhelatan olahraga kelas dunia yang akan diikuti negara-negara Asia," kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dalam peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018 di Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta, pada hari pembukaan Asian Games 2018 lalu.

            Jefferson, mengungkap bahwa logo dari Asian Games 2018 ia andaikan sebagai matahari. Menurutnya, matahari ialah elemen bumi penting yang sesuai digunakan sebagai metafor atau mewakili slogan Asian Games 2018, yakni The Energy of Asia. Ia pun juga ingin menghidupkan kembali semangat milik Bung Karno, tatkala menyambut Asian Games pada tahun 1962.

            “Kami rasa bahwa di kompleks Gelora Bung Karno masih menyimpan sejumlah harapan dan cita-cita yang dititipkan kepada anak bangsa. Dan menurutku, itu masih relevan hingga hari ini,” tandas Jefferson.

            Selain itu, ia juga menghadirkan tokoh-tokoh maskot yang lucu. Trio ini dinamakan Bhin Bhin, yang digambarkan seekor burung cendrawasih. Burung khas Papua, yang hanya ada di tanah Indonesia. Lalu, kawan dari Bhin Bhin adalah, Atung. Seekor Rusa Bawean yang mungil. Serta, tidak ketinggalan ada seekor badak bercula satu bernama Ika, yang selalu tampil ceria.

            Nantinya, baik maskot maupun logo ini akan menjadi identitas Indonesia dalam lawatan ke 45 negara peserta Asian Games 2018. Jadi, selain atlet, peran Jefferson dan kawan-kawannya di Feat Studio, juga tidak boleh diangap remeh. Siapa kita? Indonesia!

Related Articles
Portrait
Rifky Ardiansyah Arrasyid, Sang Juara yang Tak Diunggulkan

Sport
4 “Cina” Yang Unjuk Gigi di Asian Games 2018

Sport
“Teriak” Bisa Buat Lawan Jadi Ciut!