Lifestyle

Kalian Penggemar Makanan Olahan? Ketahui Dulu Yuk Dampak Buruknya

Dwiwa

Posted on April 25th 2021

Makanan olahan selalu menjadi santapan yang lezat dan menggiurkan bagi banyak orang. Selain memiliki tampilan menarik, rasa dari makanan ini cenderung gurih dan membuat lidah menginginkannya lagi dan lagi. Tapi, kini semakin banyak bukti bermunculan bahwa makanan olahan sebenarnya berdampak tidak baik untuk kesehatan kita.

Dilansir dari Business Insider, pelaku terburuk di balik makanan olahan adalah adanya pengawet dan gula tambahan. Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan di American Journal Clinical Nutrition, ditemukan fakta bahwa makanan olahan telah dikaitkan dengan kematian dini dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Sekelompok peneliti Italia juga melakukan riset yang unik. Mereka selama 10 tahun melakukan penelitian dengan cara mengumpulkan data kebiasaan makan pada 24.325 pria dan wanita dengan usia 35 tahun ke atas. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskuler, serangan jantung, atau stroke.

Selain itu, data tersebut juga menunjukkan semakin banyak makanan olahan yang dimakan, semakin besar peningkatan risikonya. Peneliti berteori bahwa gula memainkan peran utama dalam risiko yang terkait dengan makanan olahan.

Tetapi apa sih sebenarnya makanan olahan itu?

Untuk menentukan apa itu makanan olahan, para imuwan dan ahli nutrisi sering menggunakan sistem empat tingkat yang disebut NOVA. Ini mengklasifikasikan semua makanan yang kita makan ke dalam empat kategori. Yakni, makanan tidak diolah atau diolah minimal. Lalu bahan makanan yang diolah. Berikutnya makanan olahan. Dan terakhir produk makanan dan minuman dengan ultra proses.

Makanan tidak diolah ini termasuk bagian tanaman yang dapat dimakan. Seperti buah, sayur, biji, akar. Atau bisa juga yang berasal dari hewan, serta jamur dan alga. Makanan seperti ini bisa segar, beku, atau bahkan difermentasi tetapi tidak diberi bahan tambahan lain, disuntik dengan garam, atau dilapisi minyak sampai akan dimakan.

Makanan jenis ini termasuk kacang kering, biji-bijian seperti nasi, jamur segar atau kering, daging dan produk susu, makanan laut, yogurt tanpa rasa, kacang-kacangan, dan rempah-rempah.

Sementara bahan makanan yang diolah adalah bagian dari produksi dan dibuat dari makanan yang belum diolah, seperti minyak sayur dan mentega. Makanan yang diekstraksi seperti madu dari sarang, gula dari tebu juga masuk dalam kategori ini.

Nah, kalau makanan olahan selama ini didefinisikan sebagai makanan yang mengandung bahan tambahan, seperti gula, garam, dan lemak. Di mana bahan tambahan itu berfungsi selain menambah rasa juga membuat makanan tetap awet dalam waktu lama. Buah-buahan kaleng, roti fermentasi, alkohol, keju, acar, dan kacang asin semua masuk dalam daftar ini.

Berikutnya adalah makanan ultra proses. Makanan seperti ini biasanya dirancang untuk siap dimakan dalam waktu singkat. Makanan ini sering dibuat dipabrik dan diberi tambahan makanan seperti garam, gula, bahkan pengawet atau pewarna dalam jumlah yang besar.

Makanan ini mungkin digoreng sebelum dikemas dalam kaleng atau pembungkus. Contoh dari makanan ultra proses adalah minuman ringan berkarbonasi, permen, margarin, minuman berenergi, yogurt dengan rasa, nugget ayam, dan hotdog.

Makanan inilah yang menurut para peneliti bisa menimbulkan lebih banyak kasus kanker, kematian dini, dan penambahan berat badan.

"Makanan ultra proses memiliki banyak keuntungan dalam hal kemudahan. Biasanya harganya murah. Awet untuk beberapa lama. Tak perlu lagi memiliki bahan segar, yang memungkinkan rusak. Juga tak perlu memiliki semua peralatan untuk menyiapkan makanan dari awal,” ujar Kevin Hall, salah satu peneliti makanan olahan di National Institutes of Health. 

Para ahli sendiri sepakat jika kita bisa mengurangi makanan ultra proses, maka itu adalah adalah strategi terbaik untuk menjaga berat badan dan tetap bebas dari penyakit.(*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Hindari 5 Makanan Ini Saat Akan Naik Pesawat, Bisa Bikin Kacau...

Lifestyle
Pengen Jaga Body? Hindari 5 Jenis Diet Ini Yaaaa

Lifestyle
Mandi Tak Harus Dua Kali Sehari Lho. Begini Alasannya