Current Issues

Mengenal Mutasi Covid-19 B.1.617 yang Disebut Memicu Lonjakan Kasus di India

Dwiwa

Posted on April 24th 2021

 

Mutasi baru virus SARS-Cov-2 yang terjadi di India telah menjadi perhatian bagi banyak ilmuwan di seluruh dunia. Meski belum pasti, banyak yang mengaitkan varian yang diberi nama B.1.617 ini dengan "tsunami" Covid-19 yang baru-baru ini terjadi di India. Tetapi sampai saat ini belum diketahui seberapa jauh penyebarannya.

Mutasi virus sendiri adalah hal yang normal terjadi dan menghasilkan varian yang berbeda. Sebagian besar mutasi ini tidak signifikan dan bahkan beberapa mungkin justru membuat virus kurang berbahaya. Tetapi di sisi lain, ini juga bisa membuatnya lebih menular dan sulit diatasi.

Dilansir dari BBC, varian B.1.617 ini pertama kali dideteksi di India pada Oktober tahun lalu. Meski begitu, pengujian sampel yang dilakukan tidak cukup luas di seluruh India sehingga tidak bisa digunakan untuk menentukan seberapa jauh dan cepat varian ini menyebar.

Dari 361 sampel Covid-19 yang dikumpulkan antara Januari dan Maret di negara bagian Maharashtra, India barat, varian baru ini terdeteksi pada 220 sampel. Sedangkan menurut data global GISAID, varian B.1.617 terlihat setidaknya di 21 negara.

Di Inggris, 103 kasus telah diidentifikasi sejak 22 Februari. Para pelaku perjalanan dari India pun dilarang untuk berkunjung di Inggris. Kesehatan Masyarakat Inggris telas memasukkan varian India ke dalam daftar varian yang diselidiki tetapi masih belum mengklasifikannya sebagai varian yang menjadi perhatian.

Para ahli juga masih belum mengetahui apakah virus ini lebih menular atau berbahaya. Ilmuwan pun masih menyelidiki apakah varian baru yang memiliki mutasi ganda tersebut resisten terhadap vaksin.

Dr Jeremy Kamil, ahli virus di Lousiana State University mengatakan salah satu mutasinya serupa dengan yang terlihat pada varian yang diidentifikasi di Afrika Selatan dan Brasil. Mutasi tersebut diketahui membantu virus menghindari antibodi dalam sistem kekebalan yang dapat melawan virus corona yang muncul setelah orang terkena infeksi atau mendapat vaksin.

Meski begitu, para ahli meyakini jika vaksin tetap akan membantu mengontrol varian menyebabkan penyakit parah. Vaksinasi yang tersedia juga cenderung masih dapat memperlambat penyebaran penyakit.

"Silahkan ambil vaksin pertama yang ditawarkan kepada kalian. Jangan membuat kesalahan dengan ragu-ragu dan menunggu vaksin yang ideal," ujar Dr Kamil.

Tetapi soal apakah ini lebih menular, Dr Kamil mengatakan dirinya tidak terlalu yakin jika varian B.1.617 lebih menular daripada varian B117 yang sudah mendominasi Inggris dan menyebar ke lebih dari 50 negara.

Lalu apakah varian ini penyebab terjadinya “tsunami” Covid-19 di India?

India memang telah mencatatkan rekor mengkhawatirkan dengan adanya tambahan kasus harian Covid-19 mencapai 314.835. Ini menjadi kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia sejak pandemi dimulai pada akhir tahun 2019.(*)

“Populasi dan kepadatan tinggi di India adalah inkubator sempurna bagi virus untuk bereksperimen dengan mutasi,” ujar Ravi Gupta, profesor mikrobiologi klinis di Universitas Cambridge.

Mutasi virus yang muncul mungkin memiliki peran dalam gelombang tsunami Covid-19 di India. Tetapi bisa jadi, gelombang Covid kedua yang terjadi juga disebabkan oleh adanya perayaan besar selama Kumbh Mela, yang merupakan salah satu ziarah suci di agama Hindu.

Apalagi selama perayaan itu, peziarah Hindu datang dari berbagai daerah untuk berendam di Sungai Gangga, dan kurang memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker atau menjaga jarak.(*)

Related Articles
Current Issues
Ada Varian Baru Corona Lagi, N439K yang Disebut Lebih “Pintar” dari Lainnya

Current Issues
Bukan Hanya Delta, Para Ilmuwan Juga Waspada Varian Gamma

Current Issues
India Minta Media Sosial Hapus Konten Covid-19 yang Pakai Nama “Varian India”