Tech

Raksasa Teknologi Baidu dan Geely Investasikan USD 7,7 Miliar untuk Smart EV

Jingga Irawan

Posted on April 24th 2021

Kerja sama antara raksasa teknologi Tiongkok Baidu dan Geely tampaknya semakin kuat. Dilansir dari South China Morning Post pada Sabtu (24/4) perusahaan kendaraan listrik yang dibentuk oleh Baidu dan Geely, Jidu Auto, mengatakan bakal menginvestasikan dana CNY 50 miliar (USD 7,7 miliar) selama lima tahun ke depan. Investaasi itu untuk peluncuran smart EV pertamanya pada 2024 mendatang.

Pada Jum’at (23/4) CEO Jidu, Xia Yiping, juga mengatakan pada Reuters bahwa perusahaannya memiliki misi ambisius, yakni mengeluarkan model baru setiap tahun atau 18 bulan setelah model pertama.

Baidu sejauh ini menjalankan bisnis platform mengemudi otonom terbesar di dunia. Sementara Geely mulai menempatkan posisi mereka di pasar mobil listrik yang sangat kompetitif di Tiongkok. Keduanya mengonfirmasi kerjasama pembuatan smart EV pertama pada Januari awal tahun ini. Di mana kendaraan tersebut bakal memanfaatkan sistem intelligent driving Baidu dan keahlian manufaktur perusahaan pembuat mobil Geely.

"Model yang belum diluncurkan akan mengintegrasikan teknologi penggerak otonom tercanggih Baidu dan kemampuan AI,” kata Robin Li, CEO Baidu kepada media beberapa waktu lalu. Kedua perusahaan itu sangat yakin mobil tersebut menjadi salah satu smart EV terlaris nantinya.

Elektrifikasi dan digitalisasi telah dipandang sebagai kunci masa depan mobil. Pembuat mobil konvensional, perusahaan rintisan kendaraan listrik, dan raksasa teknologi sama-sama mengerahkan uang dan sumber daya manusia untuk mengembangkan mobil generasi anyar yang mengandalkan sistem mengemudi otonom dan fitur entertainment canggih.

Produsen smartphone Tiongkok, Huawei sebelumnya juga meluncurkan solusi otomotif canggih berteknologi HI, pekan lalu. Itu adalah teknologi berkendara otonom kelas atas. Huawei bakal menginvestasikan USD 1 miliar setiap tahun untuk penelitian dan pengembangan di segmen smart EV. Sedangkan Xiaomi baru memasuki pasar EV awal bulan ini.

"Persaingan EV di Tiongkok akan sangat sengit. Para raksasa teknologi bergabung dalam pasar ini. Setiap perusahaan punya pendekatan di sektor EV dengan cara yang berbeda. Kekuatan Baidu, adalah kemampuan mengemudi yang cerdas, sementara Huawei mahir dalam perangkat lunak dan perangkat keras. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi pemenang,” kata Paul Gong, seorang analis UBS.(*)

Related Articles
Tech
Xiaomi Dikabarkan Segera Produksi Mobil Listriknya Sendiri

Tech
Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok

Tech
Siap Saingi Apple dan Tesla, Baidu dan Geely Kolaborasi Luncurkan Mobil Listrik