Current Issues

Masihkah Perlu Mendisinfeksi Berbagai Permukaan Benda untuk Mencegah Covid-19?

Dwiwa

Posted on April 20th 2021

 

Bagi beberapa orang, mendisinfeksi permukaan berbagai benda yang disentuh mungkin telah menjadi sebuah kebiasaan dalam satu tahun terakhir. Bahkan ketika para ahli mengakan jika risiko penularan Covid-19 melalui permukaan benda kecil, banyak orang masih terobsesi mendisinfeksi semua permukaan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah menyebut jika penularan lebih mungkin terjadi melalui kontak langsung dengan droplet atau aerosol. Dan terlalu terobesesi mendisinfeksi permukaan mungkin lebih banyak menimbulkan bahaya daripada hal baik.

Dilansir dari CNN, Vincent Hill, Kepala Waterborne Disease Prevention Branch mengatakan meski risiko penularan melalui permukaan benda memang bisa meningkat ketika benda itu di dalam ruangan. Namun ketika benda itu di luar ruangan, matahari dan faktor lain bisa menghancurkan virus.

Virus bisa mati dengan cepat pada permukaan berpori, tetapi dapat bertahan lebih lama pada permukaan yang keras dan itu ada di dalam ruangan. Penelitian juga menunjukkan penularan pada permukaan lebih mungkin terjadi dalam 24 jam pertama setelah permukaan itu tersentuh orang yang terinfeksi Covid-19.

Pembersihan terhadap permukaan akan efektif jika dilakukan di sebuah rumah yang terdapat anggota keluarga terpapar Covid-19. Jadi, CDC menekankan mendisinfeksi permukaan memang jadi cara pencegahan, tetapi itu bukan satu-satunya atau bahkan cara terpenting dalam mengurangi risiko penularan.

"Dalam banyak situasi, membersihkan permukaan menggunakan sabun atau deterjen dan bukan disinfektan sudah cukup untuk mengurangi risiko penularan virus melalui permukaan. Mendisinfeksi permukaan umumnya tidak diperlukan, kecuali ada orang yang sakit atau seseorang positif Covid-19 berada di rumah dalam waktu 24 jam terakhir,” ujar Hill.

Orang mungkin menggunakan produk pembersih rumah tangga sebagai upaya melindungi dari Covid-19. Tetapi penggunaan yang salah bisa memiliki konsekuensi berbahaya. Menurut Hill, proses pembersihan dan disinfeksi mungkin dimaksudkan untuk membuat orang merasa aman terlindung dari virus. Tapi jika tidak dibarengi dengan tindakan pencegahan lain seperti memakai masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan, hal tersebut tetap saja salah.

Selain itu, disinfektan juga berisiko bagi kesehatan. Hill mengatakan penyelidikan publik memperlihatkan bahwa beberapa orang mungkin sengaja minum, menghirup atau menyemprot kulit dengan disinfektan tanpa memahami jika itu bisa menimbulkan kerusakan serius pada tubuh.

Dalam pembaruan situs webnya, CDC juga menekankan jika metode disinfeksi alternatif juga hanya membuang-buang waktu bahkan berisiko. "Efektivitas metode disinfeksi permukaan alternatif, seperti gelombang ultrasonik, radiasi UV intensitas tinggi, dan cahaya biru LED terhadap virus yang menyebabkan COVID-19 belum sepenuhnya ditetapkan,” jelas mereka.(*)

Related Articles
Current Issues
Robot Ini Dipersenjatai Sinar UV untuk Membersihkan Virus di Pesawat Terbang

Current Issues
Disinfeksi dengan Sinar UV Hanya Efektif untuk Benda, Bukan untuk Tubuh

Tech
Tak Perlu Cuci Tangan! Mesin Ini Bisa Disinfeksi Kamu Dengan Sinar Ultraviolet