Sport

UEFA: Klub yang Terlibat Liga Super Eropa Bakal Didepak Dari Semua Kompetisi

Dwiwa

Posted on April 19th 2021

Badan sepakbola Eropa UEFA sama sekali tidak tertarik untuk berkompromi dengan European Super League alias Liga Super Eropa. Mereka bahkan menegaskan bahwa pemain dari klub yang terlibat dalam kompetisi baru dan kaya ini akan dilarang di kompetisi internasional.

Dilansir dari NBC Sports, Liga Premier Inggris sebelumnya telah merilis pernyataan menentang Liga Super Eropa. “Fans dari klub mana pun di seluruh Eropa saat ini dapat bermimpi bahwa tim mereka dapat naik ke puncak. Kami yakin Liga Super Eropa akan menghancurkan impian ini,” bunyi salah satu kalimat pernyataan tersebut.

UEFA sendiri telah merilis pernyataan yang didukung oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), Liga Premier, Seri A, dan La Liga serta federasi yang berkuasa di negara masing-masing.  Dalam pernyataan tersebut secara tegas mereka menentang Liga Super Eropa yang akan mulai bergulir pada 2023-2024 tersebut.

Mereka mengkritik proposal tersebut dan mengatakan federasi dan anggota liga lain mendukung dan mencap liga super sebagai proyek licik. Sebuah proyek yang didirikan atas kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya.

UEFA juga berterima kasih kepada klub-klub dari Prancis dan Jerman yang telah menolak mendaftar kompetisi tersebut. Mereka juga menekankan jika ada yang klub yang terlibat, akan dilarang berpartisipasi di pertandingan domestik, Eropa, dan internasional yang berarti bisa kehilangan kesempatan membela tim nasional mereka.

Penolakan Liga Super Eropa juga lebih dulu dikeluarkan FIFA pada Januari 2021. FIFA melarang klub serta pemain untuk terlibat dalam kompetisi ini. Lalu, apa sebenarnya Liga Super Eropa Ini?

Liga Super Eropa merupakan sebuah kompetisi dengan format baru yang digagas oleh 12 klub elit Eropa. Kedua belas klub ini adalah Real Madrid, Juventus, Inter Milan, Barcelona, Atletico Madrid, AC Milan, Manchester United, Tottenham Hotspur, Manchester City, Liverpool, Chelsea, serta Arsenal.

Dalam kompetisi ini akan ada 20 klub yang bertanding. Tetapi berbeda dengan kompetisi umumnya, 15 klub yang bertanding merupakan anggota tetap dan tidak bisa didegradasi. Sedangkan lima sisanya  merupakan klub yang lolos setiap tahun dari hasil prestasi di kompetisi domestik.

Kompetisi ini dibentuk saat pandemi Covid-19 yang meluas mempercepat ketidakstabilan dalam model ekonomi sepak bola Eropa yang ada. Format kompetisi baru ini juga disebut para pendiirinya akan meningkatkan dukungan keuangan yang lebih baik untuk piramida sepakbola yang lebih luas.

Menurut kabar, kompetisi baru ini memiliki nilai GBP 4,6 miliar atau sekitar Rp 92,6 triliun. Liga Super Eropa juga memperkirakan jika kompetisi mereka bisa menghasilkan lebih banyak dibanding kompetisi Eropa saat ini. (*)

 

Artikel Terkait
Sport
Enam Tim Liga Inggris Mundur dari European Super League

Sport
Mayoritas Pendirinya Hengkang, Liga Super Eropa Bubar?

Sport
9 Klub Pendiri Liga Super Eropa Akui Kesalahan, Dapat Denda dari UEFA