Interest

Kompos Dapat Melindungi Kita dari Keracunan Makanan

Dwiwa

Posted on April 18th 2021


Makanan adalah sumber kehidupan. Tetapi tidak jarang, kita juga dibuat sakit karena makanan yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau racun. Banyak upaya pun dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi.

Tetapi pupuk mungkin menjadi hal yang jarang diperhatikan orang terkait proses pencegahan ini. Padahal, pupuk merupakan bahan yang digunakan untuk memberikan nutrisi tanaman yang menjadi bahan makanan untuk orang di seluruh dunia.

Dan menurut laporan Popular Science, penelitian yang dilakukan di University of California Davis menemukan bahwa menggunakan kompos, bahkan kompos hewani, bisa membuat tanah lebih subur dan kemungkinan lebih sedikit patogen jika dibanding pupuk konvensional yang terbuat dari deposit mineral.

Mungkin banyak yang berpikir jika pupuk kandang dan kompos lebih berpotensi untuk menyebabkan penyakit. Sebuah penelitian juga menemukan jika ini mungkin berkaitan dengan munculnya patogen. Para petani yang khawatir pun membatasi penggunaan pupuk kandang dan kompos guna mencegah patogen seperti Salmonella dan Listeria.

Tetapi studi yang dipimpin Davis Naresh, pos doktoral di UC Davis menemukan jika menambahkan kompos dan menutupinya dengan tanaman penutup tanah meningkatkan nutrisi seperti fosfor dan nitrat di dalam tanah yang mengubah komunitas bakteri.

Secara khusus, bakteri berbahaya seperti Listeria dan Salmonella sama-sama ditekan di tanah yang ditambahkan kompos dan tanaman penutup.

Hasil tersebut diperoleh dengan melakukan empat perlakuan berbeda pada lahan jagung, yakni dengan menggunakan kombinasi pupuk konvensional dan praktik organik lain. Dalam hal ini peneliti menggunakan kompos kotoran ungags dan penggunaan tanaman penutup tanah.

Kotoran ungas ini merupakan campuran kotoran ayam, pakan yang tumpah, dan bahan kandang unggas lain yang mengandung nutrisi nitrogen dan fosfor.

Menurut Devarajan, saat dibuat kompos, itu akan mencapai suhu tinggi yang dapat membunuh pathogen. Dia pun menyebut menambahkan kotoran unggas yang telah dikomposkan ke lahan adalah cara berkelanjutan untuk mendaur ulang limbah yang dihasilkan dari pengoperasian peternakan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa kompos hewani tidak meningkatkan kelangsungan hidup pathogen dan bahkan dapat mempromosikan komunitas bakteri tanah yang menekan pathogen,” jelas Devarajan. Tetapi mekanisma bagaimana mikroba tanah dapat bekerja sebagai agen biokontrol untuk patogen perlu dipelajari lebih lanjut.

Hal ini berarti perawatan tanah organik, termasuk kompos hewani, mungkin merupakan alternatif yang aman untuk pupuk konvensional. Devarajan juga menyebut jika penelitian ini berarti petani dapat mempertimbangkan kembali untuk menggunakan pupuk kompos hewani karena itu bisa digunakan untuk mengurangi risiko keamanan pangan dibanding memperburuk.(*)

Related Articles
Interest
Pengering Tangan Menyebarkan Lebih Banyak Kuman Dibanding Tisu Kertas?

Interest
Ilmuwan Temukan Filter Sederhana dari Pohon, Solusi Krisis Air Bersih?

Lifestyle
Uang Bisa Jadi Sumber Kuman Loh, Ini Caranya Biar Kita Terlindungi