Tech

Kalahkan Blue Origin, SpaceX Menangkan Kontrak NASA Untuk Misi Artemis ke Bulan

Jingga Irawan

Posted on April 17th 2021

NASA mengumumkan pada hari Jum’at (16/4), akan memberikan kontrak senilai USD 2,9 miliar (IDR 42 triliun) kepada perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, untuk membangun pesawat ruang angkasa guna membawa astronot ke bulan pada 2024.

Pemberian kontrak tersebut menandai kemenangan SpaceX, mengalahkan Blue Origin milik Jeff Bezos dan kontraktor pertahanan Dynetics Inc. yang juga mengajukan penawaran diri untuk menjadi mitra NASA.

SpaceX mengajukan proposalnya sendiri.  Sementara Blue Origin bermitra dengan Lockheed Martin Corp, Northrop Grumman Corp dan Draper. Sedangkan, Dynetics adalah unit dari Leidos Holdings Inc.

Badan antariksa Amerika Serikat tersebut memberikan kontrak untuk pendarat manusia komersial pertama sebagai bagian dari program Artemis. Menurut NASA, pesawat tersebut bakal membawa dua astronot Amerika Serikat ke permukaan bulan.

"Kami harus menyelesaikan pendaratan berikutnya secepat mungkin. Jika mereka mencapai tonggak sejarah mereka, kami memiliki kesempatan pada 2024 ," kata Steve Jurczyk, penjabat administrator NASA, dalam pengumuman konferensi video.

NASA menilai Starship milik SpaceX memiliki kabin yang luas dengan dua airlocks untuk astronot berjalan di bulan. Serta, arsitekturnya dimaksudkan untuk berkembang menjadi sistem peluncuran dan pendaratan yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. Serta mampu dirancang untuk perjalanan ke Bulan, Mars, dan tujuan lain di luar angkasa.

Baru-baru ini SpaceX memposting cuitan di Twitter yang menjelaskan bahwa mereka siap mengantarkan manusia menjelajahi Bulan, "Kami dengan rendah hati membantu @NASAArtemis mengantarkan era baru eksplorasi ruang angkasa manusia."

Tidak seperti misi Apollo yang hanya berlangsung 1969 hingga 1972, NASA bersiap untuk misi jangka panjang ke Bulan. Langkah ini dinilai sebagai latihan menuju rencana yang lebih ambisius, yakni mengirim astronot ke Mars. Selain itu, NASA akhir-akhir ini juga sangat bergantung pada perusahaan swasta yang dibangun dengan visi bersama untuk eksplorasi ruang angkasa.

“SpaceX akan diminta untuk melakukan uji terbang pendaratan ke Bulan sebelum manusia melakukan perjalanan,” kata pejabat NASA Lisa Watson-Morgan dalam sebuah pernyataan

Keputusan NASA tersebut telah memukul mundur Jeff Bezos, penggemar antariksa seumur hidup yang sekarang lebih fokus pada usaha penerbangan ruang angkasa setelah beberapa waktu lalu mengumumkan mundur sebagai CEO Amazon.

Kontrak tersebut sebenarnya dipandang oleh Bezos dan para eksekutif lainnya sebagai hal penting bagi perkembangan Blue Origin, yang telah memantapkan dirinya sebagai mitra yang diinginkan untuk NASA, dan juga menempatkan usaha tersebut untuk menghasilkan keuntungan. (*)

Related Articles
Tech
Blue Origin Protes Kontrak NASA Senilai USD 2,9 Miliar dengan SpaceX

Tech
Gara-gara Blue Origin, NASA Hentikan Sementara Proyek dengan SpaceX

Tech
Punya SpaceX, Elon Musk Malah Beli Tiket Tur Antariksa Virgin Galactic