Current Issues

Rutin Lakukan Ini Agar Tak Begitu Parah Jika Apes Terinfeksi Covid-19

Dwiwa

Posted on April 16th 2021

Menerapkan protokol kesehatan ketat dan mendapatkan vaksin sesegera mungkin, menjadi cara terbaik sebagai upaya untuk menghindari Covid-19. Dan kini para peneliti telah menemukan ada hal lain yang perlu dilakukan agar tak terlalu parah jikalau terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari Eat This, Not That!, aktif secara fisik berperan penting dalam mencegah paparan virus corona yang parah. Hal ini diungkap studi yang diterbitkan di British Journal of Sport Medicine. Penelitian tersebut menganalisis data kesehatan 48 ribu orang dewasa California Selatan yang berusia rata-rata 47 tahun dan didiagnosis Covid-19 antara Januari dan Oktober 2020.

Hasil studi tersebut menunjukkan jika 6 persen dari kelompok tersebut secara konsisten aktif secara fisik dan sekitar 14 persen konsisten tidak aktif serta sisanya aktif tetapi tidak konsisten.

Orang yang secara konsisten tidak aktif dua kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit akibat Covid-19, 1,7 kali lebih mungkin dirawat di ICU, dan hampir 2,5 kali lebih mungkin meninggal dibanding mereka yang secara konsisten aktif bergerak.

Ketidakaktifan yang konsisten memiliki risiko kematian tertinggi akibat Covid-19, selain faktor usia lebih dari 60 tahun atau pernah menjalani transplantasi organ. Bahkan pasien yang aktif bergerak secara tidak konsisten berisiko lebih rendah mengalami Covid-19 parah dibanding yang konsisten tidak aktif bergerak.

Hal ini menunjukkan jika aktivitas fisik apa pun bisa membantu mencegah keparahan Covid-19. Penulis studi Dr. Robert Sallis, dokter keluarga dan sport medicine di Kaiser Permanente Fontana Medical Center di Fontana California mengatakan aktif bergerak memberikan peluang terbaik untuk mengalahkan Covid-19, sedangkan malas bergerak berdampak sangat buruk.

“Yang paling mengejutkan adalah hubungan antara ketidakaktifan dan hasil buruk dari Covid-19. Bahkan setelah kami memasukkan variabel seperti obesitas dan merokok, kami masih melihat ketidakaktifan sangat terkait dengan kemungkinan rawat inap yang jauh lebih tinggi, masuk ICU, dan kematian dibanding yang aktivitas fisik sedang atau melakukan aktivitas apapun,” ujar co-author studi Deborah Rohm Young.

Lalu seberapa banyak olahraga yang dibutuhkan untuk bisa mengurangi risiko keparahan Covid-19? Sallis mengatakan bahwa berjalan kaki 30 menit sehari, lima hari seminggu, dengan kecepatan sedang dapat memberikan perlindungan nyata terhadap Covid-19. Sebuah kegiatan sederhana yang sangat mudah untuk dilakukan. 

“Ini adalah pengingat betapa pentingnya gaya hidup sehat dan terutama aktif secara fisik. Studi ini benar-benar memperlihatkan betapa pentingnya hal itu selama pandemi ini dan seterusnya,” ujar Sallis.

Wah, kalau gitu mulai hari ini harus lebih aktif nih. Bagi yang sudah rutin berolahraga bisa diteruskan, sementara bagi yang hobi rebahan harus mulai aktif dari sekarang. Sebab nih, orang muda tidak berarti kebal dari infeksi Covid-19 loh. Jadi tetap lakukan protokol kesehatan ketat dan jalani hidup sehat ya. (*)

Related Articles
Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta

Current Issues
Perketat Prokes, Varian Delta yang Lebih Menular Sudah Menyebar di Indonesia

Current Issues
Varian Delta Masih Menyebar, Amankah Orang yang Sudah Divaksin Bepergian?