Tech

Google Earth Rilis Timelapse Perubahan Bumi Sejak 1980-an sampai Sekarang

Bumi, kamu berubah deh.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 16th 2021

(Foto: Google Earth)

Bumi kita jelas berubah dari waktu ke waktu. Makin ke sini, dunia makin modern dan tentunya berdampak pada lingkungan. Biar makin yakin kalau kita memang lagi mengalami global warming, Google Earth merilis sederet video timelapse berbagai permukaan bumi dari tahun 1980-an sampai 2020.

Fitur timelapse ini disebut sebagai update terbesar platform peta interaktif tersebut sejak 2017. Kita bisa saksikan timelapse tersebut secara gratis, bahkan bisa mengunduhnya juga. Siapa tahu butuh buat presentasi perubahan iklim atau apa gitu.

Cara lihat videonya gampang kok. Kunjungi web Google Earth seperti biasa. Klik ikon “Menu” berupa tiga garis sejajar di bagian kiri. Pilih Search, lalu klik tulisan “Our planet is changing” yang ada di paling atas. Sudah deh, kamu bisa menyaksikan perubahan berbagai belahan dunia selama berdekade-dekade yang dirangkum menjadi visual berdurasi kurang dari satu menit.

Tampilan Google Earth

Ada beberapa highlight dari fitur timelapse ini. Google Earth secara khusus menyajikan timelapse untuk fenomena Changing Forest (berkurangnya hutan), Fragile Beauty (perubahan sungai), Sources of Energy (penambangan batu bara), Warming Planet (melelehnya gletser), dan Urban Expansion (pertumbuhan penduduk). Enam pilihan ini ada di bagian kanan timelapse.

Tampilan Google Earth

Selain highlight tersebut, kita juga bisa mengetik nama daerah tertentu untuk kita saksikan perubahannya. Namun, gak semua daerah ada timelapse-nya ya. Untuk Indonesia hanya ada dua daerah yaitu  Singkang Sengkang (ada di Sulawesi Selatan) dan Penarung Bentian Besar (ada di Kutai Barat, Kalimantan).

Selain melalui web Google Earth, kita juga menyaksikan sekumpulan video timelapse ini melalui kanal YouTube Google Earth. Kalau mau diunduh, tinggal kunjungi web resmi dari Google.

Buat kamu yang mau coba menyaksikan perubahan bumi dari timelapse Google Earth, pastikan koneksi internet memadai ya. Butuh koneksi stabil buat menampilkan visual 3D yang kualitasnya oke. Kalau koneksi lambat, yang ada cuma muncul kayak kotak-kotak Minecraft. (*)

Related Articles
Tech
Google Rilis Rangkaian Fitur Baru, Ajak Pengguna Berperan Atasi Perubahan Iklim

Tech
YouTube Larang Geng Anti Perubahan Iklim Dapat Iklan untuk Kontennya

Tech
Update Terbaru Google Maps Berikan Detil dan Warna Ekstra pada Peta Alam