Lifestyle

Blue Beauty, Gerakan Produk Kecantikan untuk Merawat Kelestarian Laut

Jadi cantik sekaligus sayangi laut.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 15th 2021


Ilustrasi laut yang kotor

Dunia kecantikan memang sudah berkembang pesat. Makin banyak produk kecantikan untuk memenuhi kebutuhan kulit kita biar terlihat mulus. Sayangnya, di balik wajah yang terawat, ada lautan yang menjerit.

Lah, apa hubungannya produk kecantikan sama laut? Karena banyak banget jumlah produk skincare, bodycare, make-up, dan sebagainya, sampah dari produk-produk tersebut juga meningkat. Nggak sedikit sampah tersebut berakhir di laut. Selain itu, beberapa kandungan kimia dalam produk kecantikan juga dapat merusak ekosistem laut lho.

Dari situ deh tercipta gerakan blue beauty. Mungkin kita lebih sering dengar green beauty atau clean beauty, tapi semua gerakan ini punya tujuan baiknya masing-masing. Orang yang menginisiasi gerakan ini adalah Jeannie Jarnot, pemilik brand kecantikan ramah lingkungan Beauty Heroes.

Apa itu blue beauty?

Dari namanya, warna biru memang identik dengan laut. Dilansir dari Elle, gerakan ini memang salah satu tujuannya adalah memproduksi dan menggunakan produk yang ramah dengan laut. Namun, lebih dari itu, gerakan ini juga memastikan suatu produk aman untuk lingkungan dengan menggunakan bahan yang tidak mengancam keberlanjutan hidup, meminimalisir jejak karbon, dan lain-lain.

Langkah utama dalam gerakan ini adalah menekan penggunaan kemasan plastik dalam produk kecantikan dan menekan sebisa mungkin zat berbahaya dari suatu produk yang mungkin aja terbawa di kemasan yang terbuang.

Apa bedanya sama green beauty?

Jillian Wright, pencetus acara Indie Beauty Expo, mengatakan pada PopSugar bahwa kedua gerakan tersebut memang mirip. Namun, green beauty lebih menekankan ke sisi transparansi sumber bahan yang digunakan apakah ramah lingkungan atau tidak, bagaimana produsen memperoleh bahan baku dan mengolahnya, hingga bagaimana proses pengemasan dan distribusinya. Pokoknya memastikan semua tahapan pembuatan suatu produk itu tidak akan berdampak buruk pada manusia dan tentunya lingkungan.

Blue beauty lebih fokus ke pelestarian kehidupan maritim. Selain menekan jumlah limbah plastik, gerakan ini juga mencegah pemborosan air serta kerusakan lingkungan laut.

Bagaimana blue beauty bisa menyelamatkan laut?

Kalau sampah plastik, jelas gak bisa terurai dan bakal mengotori laut. Selain itu, zat kimia seperti oxybenzone dan octinoxate yang umum terdapat dalam sunscreen atau sunblock itu dapat merusak koral. Padahal koral itu tempat hidup banyak banget hewan laut.

Di Indonesia sendiri masih jarang banget ada brand kecantikan yang menggalakkan blue beauty. Susah juga kan kalau gak pakai sunscreen, padahal kan penting banget buat menjaga kulit. Kalau kamu mau berpartisipasi dalam gerakan satu ini, bisa mulai dengan langkah mudah seperti tidak sembarangan membuang kemasan produk kecantikan.

Kalau memungkinkan, manfaatkan wadah produk skincare atau bodycare untuk dipakai lagi. Buat pot atau wadah aksesoris. Tapi, susah juga kan kalau tiap ada sampah dibuat kerajinan tangan (nggak semua dari kita sekreatif itu). Alternatif lain kita bisa kirim ke organisasi daur ulang seperti Waste 4 Change kalau sampah yang kita punya cukup banyak dan sesuai dengan ketentuan. Pokoknya mulai aja dari hal kecil deh! (*)

Artikel Terkait
Lifestyle
Runa Beauty Kolaborasi dengan One Piece buat Rilis Produk Skincare dan Bodycare

Interest
ESQA Cosmetics Kolaborasi dengan Barbie, Akan Rilis Make Up Serba Pink

Lifestyle
Takut Coba Skincare Baru Karena Khawatir Nggak Cocok? Ini Cara Mengatasinya...