Current Issues

Tiongkok Siapkan Hotline untuk Laporkan Komentar Negatif Soal Pemerintah

Jingga Irawan

Posted on April 15th 2021

Regulator internet Tiongkok, Cyberspace Administration of China (CAC), telah meluncurkan saluran khusus pengaduan (hotline) untuk melaporkan komentar online dari warganet, yang mencemarkan nama baik Partai Komunis yang berkuasa di balik pemerintah beserta sejarah negara dan kebudayaannya.

Hotline baru ini bertujuan menghentikan penyebaran opini pengguna internet yang tidak sejalan dengan pemerintah. Langkah ini dilakukan menjelang ulang tahun ke-100 Partai Komunis Tiongkok pada Juli mendatang.

Keputusan ini diambil setelah kritik online kepada Pemerintah Tiongkok baru-baru ini mencuat di media sosial, mulai dari tokoh publik hingga kontroversi merek terkenal. Dalam sebulan terakhir, insiden awal didorong oleh kasus Adidas dan H & M terkait kapas Xinjiang. Kemudian kritik pedas sutradara nominasi Oscar Chloe Zao yang berdampak pada larangan tayang filmnya Nomadland di Tiongkok.

"Untuk sementara waktu, beberapa orang dengan motif tersembunyi telah menyebarkan pernyataan palsu secara online, memutarbalikkan dengan jahat, memfitnah dan menyangkal sejarah Partai, nasional dan militer dalam upaya untuk membingungkan pemikiran orang,” menurut sebuah pernyataan dari CAC dikutip dari Variety.

Dengan adanya hotline baru, pengguna internet diharapkan dapat membantu pemerintah langsung. “Kami berharap sebagian besar pengguna internet akan berperan aktif dalam mengawasi masyarakat dan dengan antusias melaporkan informasi berbahaya,” lanjut pernyataan tersebut.

Melalui pengaduan yang telah tersedia, penduduk Tiongkok dapat mengadukan empat jenis komentar buruk, antara lain, distorsi sejarah, serangan terhadap kepemimpinan serta ideologi, prinsip atau kebijakan, pencemaran nama baik pahlawan dan penolakan keunggulan budaya tradisional Cina, budaya revolusioner serta budaya sosialis, sebagaimana dilansir dari Variety.

Pemberitahuan CAC tidak menjelaskan hukuman apa yang akan dikenakan bagi pelanggar. Namun yang pasti, jaringan internet dan aktivitas dunia maya di Tiongkok adalah salah satu yang paling diawasi di dunia. Sebagai informasi, situs media sosial seperti Facebook dan Twitter serta search engine seperti Google tidak tersedia di Negeri Tirai Bambu. (*)

Related Articles
Tech
Teknologi Kecerdasan Buatan Tiongkok Disebut Lebih Unggul dari AS

Current Issues
Hoaks: Vaksin Covid-19 Penyebab Munculnya Varian Baru Corona

Current Issues
Donald Trump Gugat Twitter Agar Aktifkan Kembali Akunnya