Current Issues

Ingin Tarawih di Masjid Saat Ramadan? Ini Aturan yang Harus Kamu Patuhi

Dwiwa

Posted on April 11th 2021

Ada yang sudah kangen buat salat Tarawih di masjid atau musala kan? Tahun lalu, banyak masjid memutuskan meniadakan aktivitas salat Tarawih. Nah, kabar baiknya di bulan Ramadan tahun ini pemerintah mengizinkan umat muslim Indonesia untuk melaksanakan sejumlah ibadah yang biasanya dilaksanakan saat bulan puasa tiba. Termasuk salat Tarawih.

Dilansir dari Antara, izin yang diberikan ini tertuang pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama No 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1422 H/2021. Berdasarkan SE tersebut, ibadah seperti salat fardu, tarawih, witir, tadarus Alquran, iktikaf, dan peringatan Nuzulul Quran boleh dilakukan. Tapi tentu dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Lalu bagaimana aturannya jika ingin melakukan ibadah di masjid selama bulan Ramadan?

Masjid boleh digunakan untuk beribadah dengan catatan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan. Kemudian para jamaah juga diwajibkan membawa peralatan ibadah sendiri.

Seluruh jamaah juga diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak 1 meter selama melaksanakan ibadah. Jika ada ceramah atau pengajian, maksimal hanya 15 menit. Di pintu masuk juga harus ada sarana cuci tangan.

Bagi pengurus masjid maupun musala, diwajibkan untuk melakukan disinfektasi ruangan secara rutin. Sementara itu, jika masjid berada di daerah zona merah (risiko tinggi) dan oranye (risiko sedang), masjid dilarang digunakan untuk berkegiatan.

Sementara itu untuk sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Tetapi buka bersama diperbolehkan degan syarat kapasitas ruangan maksimal diisi 50 persen. Selain itu juga harus menghindari kerumunan.

Salat Idul Fitri pun boleh dilaksanakan di masjid/lapangan asal sesuai dengan protokol kesehatan. Tapi jika jumlah kasus positif Covid-19 meningkat, kegiatan ini tidak dilaksanakan.

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Wah, asyik nih. Meski masih belum se normal Ramadan 2019, tetapi setidaknya di bulan puasa kali ini sudah lebih banyak kegiatan yang bisa dilakukan dibanding tahun lalu.(*)

 
Artikel Terkait
Current Issues
Boleh Tarawih dan Itikaf, Begini Prokes yang Harus Dilaksanakan Saat di Masjid

Current Issues
Perketat Maskermu! Kasus Harian Covid-19 Indonesia Pecah Rekor

Current Issues
5 Hal yang Membuatmu Bisa Terpapar Covid-19 Varian Delta