Lifestyle

Hustle Culture Itu Gak Keren, Malah Bikin Produktivitas Turun dan Burnout

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 10th 2021

(Ilustrasi: Mantas Gr/Dribbble)

Beberapa waktu belakangan di dunia maya lagi ramai banget sama istilah hustle culture. Walaupun terlihat keren dan glamourous, kultur bekerja keras bagai kuda ini sebenarnya sama sekali nggak baik. Dan maah bisa jadi toxic lho. Lah, kenapa?

Definisi hustle culture

Hustle culture adalah kebiasaan menganggap bekerja keras berlebihan itu sesuatu yang keren dan wajib dilakukan. Mengglorifikasi kerja keras deh pokoknya.

Orang yang dipengaruhi hustle culture akan menganggap kurang tidur karena kerja itu sesuatu yang harus dibanggakan. Tipes karena belajar 12 jam adalah sesuatu yang lumrah. Merasa lelah, tapi tetap memaksakan diri untuk terus bekerja karena percaya istirahat itu buang-buang waktu dan hanya untuk kaum lemah.

Kenapa hustle culture jadi tren?

You know… kita sering banget dicekoki sama pemikiran harus kerja keras kalau mau sukses. Belum lagi kalau follow influencer yang terlihat produktif banget. Rapat sampai subuh-subuh, tidur sebentar, minum kopi Starbucks bergelas-gelas—terlihat sebagai hal yang keren untuk dilakukan. Baca-baca cerita sukses tokoh ternama yang katanya sukses karena kerja 24/7… jadi terpacu buat terus kerja. Sebenarnya ini mah toxic.

Kenapa kok hustle culture itu toxic?

Hustle culture menganggap bahwa kerja keras itu diperlukan buat kita bisa sukses dan bahagia di masa depan. Masalahnya, gimana bakal ada masa depan kalau kamu kerja nonstop setiap hari tanpa istirahat. Iya iya bisa jadi miliuner di usia 25 tahun, masuk Forbes 30 Under 30, tapi kalau masuk peti pas umur 30 gimana?

Dalam sebuah jurnal, disebutkan bahwa dampak dari overworking bisa berujung ke kelelahan, menurunnya kemampuan untuk fokus (akhirnya produktivitas dan kreativitas malah turun), insomnia, tekanan darah tinggi, dan masalah kesehatan fisik lain.

Hustle culture juga dapat menyebabkan burnout, stres berkepanjangan yang ditandai dengan perasaan sinis, marah, dan mudah tersinggung. Kalau dibiarkan, burnout ini bisa melebar ke masalah kesehatan mental lainnya.

Stop deh mengglorifikasi hustle culture. Kerja keras memang perlu, tapi tetap ingat buat istirahat. Kita kan masih manusia, bukan robot yang kalau “sakit” tinggal ganti sparepart.(*)

 
Artikel Terkait
Lifestyle
3 Langkah Instan Meredakan Stres Pas Lagi Hectic, Gampang Banget

Lifestyle
4 Tips Simpel Menghadapi Burnout agar Hidup Lebih Ringan

Lifestyle
3 Tips Efektif Mengatasi Keinginan Menunda, Biar Deadline Cepat Selesai