Hobi

Chapter 1 dan 2 ‘Sangsaka Lima’: Bara Move On dari Masa Lalu

Jingga Irawan

Posted on April 9th 2021

Potongan komik Sangsaka Lima (Credit: DBL Play)

Dua kata pertama yang muncul di pikiran mainmain sehabis baca Sangsaka Lima chapter adalah: anti-mainstream. Yup! Kebanyakan dari kalian mungkin sudah mengenal sebagian besar manga yang mengangkat tema olahraga basket. Mulai dari Fight No Akatsuki hingga Slam Dunk. Tapi Sangsaka Lima ini beda gengs, tidak sesuai dugaan banget. Kenapa ya kira-kira?

Awalnya, mainmain menduga pembawaan plot maupun karakter Sangsaka Lima bakal klise abis. Seperti cerita-cerita komik basket pada umumnya. Mainmain udah negthink duluan kalau Bara bakal digambarkan sebagai cowok sok cool yang jaim banget dan dikejar-kejar banyak ciwi-ciwi di sekolah. Citra anak basket dalam film atau komik biasanya gitu ya kan.

Tapi ternyata mainmain salah gengs. Bara sepertinya: humoris tapi juga serius dan agak bandel mungkin ya. 

Hal ini terlihat dari pemilihan bahasa yang dipakai Juan Vito dan Mochammad Fadli. Sangsaka Lima memadukan bahasa daerah, bahasa gaul dan Bahasa Indonesia. Seperti yang digunakan Gen Z jaman sekarang ini. Dalam pembukaan chapter pertama, Bara yang pada dasarnya adalah orang asli Bandung menyebut Jakarta sebagai kota yang “hareudang” dalam bahasa Indonesia berarti gerah/panas. Tetapi, uniknya, Bara juga menggunakan sebutan “Lo” dan “Gue” untuk manggil seseorang.

Yang lebih lucu lagi, dalam satu dialog jagged edges bubble, Bara berteriak lantang dengan mengeluarkan kalimat “Eh ayam ayam ayam”, untuk menggambarkan bahwa sosoknya merupakan remaja yang edan pisan. Ini lah yang membuat cerita Sangsaka Lima sama sekali nggak ngebosenin. Juan Vito dan Mochammad Fadli tampaknya berhasil mengmbangun persepsi citra pemeran utama dalam komik sebagai sosok yang nggak diduga oleh pembaca.

Bara asli Bandung tapi tinggal di Jakarta. Kok bisa?

Nah, ini masuk ke kisah yang serius banget gengs. Bara adalah siswa buangan. Bisa disebut begitu, karena pada permainan basketnya yang terakhir di bangku SMP ia membuat masalah sampai semua SMA di kota Bandung nggak ada yang mau neremia dia sebagai murid. Parahnya, setelah kejadian itu juga, Bara nggak boleh lagi mewakili SMP-nya untuk tanding basket. Nyesek banget kan, salah sendiri siapa suruh berurusan sama orang penting di Bandung!

Karena ingin melanjutkan mimpi besarnya, Bara memutuskan pindah ke Ibu Kota untuk bersekolah. Kemungkinan, ia bakal merintis lagi karier main basketnya mulai dari nol dan move on dari masa lalunya, gengs. Tapi alih-alih mau berubah, Bara pada hari pertama masuk sekolah justru memilih bolos dan cabut ke kantin. Emang dari sononya udah bandel ye.

Kisah bara semakin menarik karena dua karakter pendukung wanita dalam Sangsaka Lima merepresentasikan sifat para ciwi-ciwi yang beragam. Satu karakter digambarkan sebagai sosok wanita yang galak. Satu lagi digambarkan sebagai wanita yang periang dan baik hati. Untuk sementara, ketiga karakter ini belum terlibat dalam satu konflik yang sama sih, tapi mainmain menduga mereka bakal jadi sobat yang solid.

Selain itu, latar visual yang Indonesia banget juga membuat pembaca betah lama-lama mandangin komiknya. Nggak nyangka, seragam putih abu-abu lengkap dengan logo OSIS sampai gerobak mi ayam di kantin sekolah bisa disulap jadi manga sebagus itu!

Penasaran kan, gimana sih tampilan Sangsaka Lima yang dibicarakan mainmain hari ini? Dan gimana sosok Bara sesungguhnya? Terus, siapa kedua wanita yang muncul dalam plot cerita? Yuk langsung download DBL Play dan ikuti komik Sangsaka Lima yang rilis setiap minggunya pada hari Selasa. (*)

Related Articles
Hobi
Bara Bikin Ngamuk Banyak Orang di Chapter 3 ‘Sangsaka Lima’, Kenapa ya?

Hobi
Aduh! Bi Onah Di ‘Sangsaka Lima’ Nggak Ngerti Serunya Main Basket Di Sekolah Nih

Hobi
Ingin Bangun Karier Basket, Bara Malah Masuk Sekolah yang Tak Ada Tim Basketnya