Current Issues

Inggris Sarankan AstraZeneca Tidak Untuk Usia di Bawah 30 Tahun

Dwiwa

Posted on April 8th 2021

Komite Vaksin Inggris merekomendasikan agar vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak digunakan pada orang dewasa di bawah 30 tahun. Hal ini dikarenakan semakin kuatnya bukti bahwa vaksin mungkin terkait dengan pembekuan darah langka.

Dilansir dari AP, rekomendasi ini muncul saat regulator Inggris dan Uni Eropa menekankan bahwa manfaat menerima vaksin lebih besar daripada risikonya bagi kebanyakan orang. Meski begitu, European Medicine Agency (EMA) mengatakan telah menemukan kemungkinan hubungan antara suntikan dan kasus penggumpalan darah langka.

Meski Inggris menyarankan seperti itu, EMA menyebut tidak ada batasan usia untuk penggunakan AstraZeneca. Semua diserahkan kepada negara-negara anggotanya untuk memutuskan apakah akan membatasi penggunaan atau tidak.

Regulator Uni Eropa dan Inggris mengadakan konferensi pers seretnak pada Rabu untuk mengumumkan hasil investigasi atas laporan pembekuan darah yang terkait vaksin AstraZeneca.

EMA menggambarkan penggumpalan darah merupakan efek samping yang sangat jarang. Dr Sabine Straus dari EMA mengutip data dari Jerman. Hanya ada satu laporan pembekuan untuk setiap 100 ribu dosis yang diberikan. 

Angka itu disebut Dr Peter Arlett dari EMA, lebih kecil dari risiko pembekuan darah yang dialami wanita sehat saat menggunakan pil KB. Sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi pada wanita di bawah 60 dalam dua minggu setelah vaksinasi meskipun tidak dapat mengidentifikasi faktor spesifik yang mempengaruhi.

Para ahli meninjau beberapa lusin kasus yang sebagian besar datang dari Eropa dan Inggris, di mana sekitar 25 juta orang telah menerima vaksin AstraZeneca. “Risiko kematian akibat Covid jauh lebih besar daripada risiko kematian akibat efek samping ini,” ujar Emer Cooke, direktur eksekutif EMA.

AstraZeneca dalam sebuah pernyataan mengatakan baik regulator Inggris maupun Uni Eropa telah meminta label vaksin mereka diperbarui untuk memperingatkan potensi efek samping yang sangat langka.

Penyelidikan EMA berfokus pada jenis pembekuan darah yang tidak biasa yang terjadi bersama dengan trombosit darah rendah. Satu jenis gumpalan langka muncul di beberapa pembuluh darah dan yang lainnya di pembuluh darah yang mengalirkan darah dari otak.

“Kami tidak menyarankan penghentian vaksinasi apapun bagi individu manapun dalam kelompok usia berapapun. Kami menyarankan preferensi untuk satu vaksin daripada vaksin lain untuk kelompok usia tertentu ... karena sangat berhati-hati daripada karena kami memiliki masalah keamanan yang serius,” ujar Wei Shen Lim, ketua Komite Bersama Vaksinasi dan Imunisasi Inggris.

Setelah pengumuman EMA ini keluar, pejabat di Spanyol mengataka AstraZeneca akan digunakan pada orang berusia di atas 60 tahun, dan Italia juga membahas rekomendasi serupa.

Menteri kesehatan Beligia, Frank Vandenbroucke, mengumumkan larangan pemberian vaksin AstraZeneca untuk orang di bawah 56 tahun selama sebulan kedepan. Sebelumnya Rabu, Korea Selatan mengatakan akan menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca pada orang di bawah 60 tahun.

“Bagi sebagian besar orang, manfaat vaksin AZ Oxford jauh lebih besar daripada risiko yang sangat kecil. Dan vaksin Oxford AZ akan terus menyelamatkan banyak orang dari penderitaan akibat efek merusak yang bisa diakibatkan infeksi Covid,” ujar Dr Anthony Harnden, wakil ketua komite vaksinasi Inggris. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ini Hal yang Perlu Kalian Ketahui Soal Vaksin Covid-19 dan Kapan Harus Divaksin

Current Issues
Data Inggris: Satu Dosis Vaksin Sudah Bisa Turunkan Risiko Keparahan Covid-19

Current Issues
Vaksin Pfizer Diklaim Bisa Lindungi dari Mutasi Baru Covid-19