Current Issues

Studi: Vaksin Covid-19 Dapat Menyebabkan Reaksi Kulit Aneh Tapi Tidak Berbahaya

Dwiwa

Posted on April 8th 2021

 

Pemberian vaksin Covid-19 menjadi salah satu senjata penting dalam usaha mengakhiri pandemi. Meski begitu, pada sebagian orang vaksinasi ini memiliki efek samping yang tidak sama. Salah satu yang banyak dilaporkan adalah terjadinya berbagai macam reaksi kulit yang aneh.

Dilansir dari USA Today, reaksi minor yang kadang gatal dan mengganggu terlihat dalam database 414 kasus masalah kulit yang berkaitan dengan vaksin dan dilaporkan ke perawatan kesehatan. Kasus dikumpulkan antara Desember dan Februari, sehingga hanya didapat efek samping dari Pfizer-BioNTech atau Moderna.

Meski begitu, Dr. Esther Freeman, salah seorang peneliti, mengatakan jika tidak ada reaksi yang mengancam jiwa. “Orang bisa mengalami ruam di seluruh tubuh, dan itu bisa mengejutkan dan sedikit menakutkan, tetapi pasien cukup baik, sembuh dan dapat kembali mendapat dosis kedua,” ujar Freeman.

Direktur dermatologi kesehatan global di Rumah Sakit Umum Massachusetts ini mengatakan jika orang yang ruamnya muncul empat jam atau lebih setelah divaksin nol persen mengalami anafilaksis atau reaksi serius lainnya.

Dalam studi ini, respon kulit yang tertunda biasanya muncul sehari setelah vaksinasi, tetapi bisa juga dalam kurun waktu tujuh sampai delapan hari kemudian. Ini berbeda dari reaksi alergi parah dan langsung, yang terjadi dalam empat jam pertama usai divaksin.

Temuan yang muncul di Journal of American Academy of Dermatology ini hanya mencakup yang melapor, sehingga tidak bisa disebutkan seberapa umum kasus terjadi. Tetapi para peneliti percaya jika mereka langka mengingat jumlahnya yang sedikit.

Freeman yang merupakan peneliti utama untuk untuk peneliti Covid-19 Dermatology Registry internasional menyebut jika reaksi tidak terjadi dalam empat jam setelah vaksinasi, kalian bisa merasa aman mendapatkan dosis kedua.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang divaksinasi tidak mengalami reaksi. Uji klinis Moderna dan Pfizer-BioNTech melaporkan reaksi kulit jarang terjadi. Penelitian apda hampir 65 ribu orang juga menemukan anafilaksis setelah vaksinasi adalah peristiwa tidak biasa.

Memiliki respon kulit terhadap vaksin pertama tidak berarti akan mendapatkannya juga di dosis kedua. Hanya 43 persen dari pasien yang mengalami ruam sebagai respon terhadap dosis vaksin pertama, mengalami ruam pada dosis kedua.

Reaksi yang paling sering dilaporkan adalah timbulnya ruam merah yang kadang gatal, sering kali di tempat suntikan yang dapat muncul seminggu atau lebih setelah vaksinasi. Itu disebut dengan lengan Covid atau Moderna arm, karena sekitar 95 persen reaksi terjadi pada vaksin Moderna.

Covid toes, atau kulit jari kaki mengalami luka atau benjolan hanya 10 persen kasus. Meski menjengkelkan, tetapi ini tidak mengancam nyawa. Ini dapat menyebabkan pembengkakan jari merah atau ungu dan kemungkinan terkait dengan peradangan pada dinding pembuluh darah. 

Jari kaki COVID, reaksi yang mirip dengan demam berdarah yang dapat terjadi dalam kasus yang jarang terjadi setelah menerima vaksin Pfizer atau Moderna COVID-19. Ini mengganggu tetapi tidak mengancam jiwa, kata ahli kulit.

Ruam di seluruh tubuh yang dilaporkan oleh beberapa pasien, disebut ruam morbilliform, sering kali disebut sebagai "mirip campak" meskipun bukan campak. Ada beberapa laporan tentang orang yang menderita cacar air saat anak-anak mengalami wabah herpes zoster sebagai tanggapan terhadap vaksin.

Reaksi lain adalah pembengkakan kulit pada orang yang telah menjalani perawatan kosmetik filler dermatologis, meskipun sangat jarang. Diantara mereka jarang yang mengalami reaksi langsung terhadap vaksin Moderna atau Pfizer-BioNTech serta tidak ada kematian dilaporkan.

Studi pada 65 ribu  pegawai Rumah Sakit Umum Massachusetts yang divaksin Pfizer atau Moderna menemukan jika tingkat reaksi yang mengancam jiwa anafilaksis hanya 0,025 persen. "Itu adalah seperempat dari satu persen. Angka yang sangat rendah," ujar Freeman. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Ini Risiko dan Efek Samping yang Mungkin Dialami Saat Vaksinasi Covid-19

Current Issues
Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Aman dan Efektif untuk Remaja Dalam Uji Klinis

Current Issues
Perangi Hoax, YouTube Tambahkan Link Sumber Terpercaya pada Konten Vaksin Covid