Lifestyle

Starbucks Uji Coba Program Borrow A Cup, Pinjam dan Kembalikan Gelas Reusable

Beli Starbucks seperti beli galon air

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 7th 2021

(Foto: Starbucks)

Starbucks memang cukup gencar melakukan program ramah lingkungan. Baru-baru ini, gerai kedai kopi ini merilis program Borrow A Cup di beberapa cabang. Sistemnya adalah pembeli akan membeli gelas yang bisa dipakai ulang dengan sedikit tambahan biaya dan gelas tersebut dikembalikan saat pembelian selanjutnya.

Sekilas mirip sama kalau kita bawa tumbler Starbucks. Namun, program baru ini tidak membuat kita memiliki gelasnya, tapi harus dikembalikan. Baru dicoba di lima cabang di Seattle, setiap pembeli akan dikenakan biaya tambahan USD 1 (sekitar Rp14.500,-) sebagai deposit pengembalian gelas ketika memesan langsung, drive-thru, atau via aplikasi.

Gelas resuable tersebut desainnya simpel, mirip gelas sekali pakai, tapi warnanya putih. Di pembelian selanjutnya, gelas bisa dikembalikan di tempat khusus pengembalian gelas. Nanti gelas akan dibersihkan dengan lebih baik oleh pegawai Sbux.

Deposit yang dibayarkan akan dikembalikan ke akun Starbucks Rewards ditambah dengan hadiah 10 bintang. Semacam poin gitu. Begitu seterusnya perputaran program Borrow A Cup ini.

Kalau si pengguna gelas yang bisa dipakai ulang ini gak mau ke Starbucks buat mengembalikan gelasnya, gerai kopi tersebut bekerja sama dengan Ridwell, perusahaan daur ulang sampah setempat, untuk mengambil dan mengantarkan gelas tersebut ke cabang Starbucks.

Program ini bentuk usaha Starbucks mencapai target hanya menghasilkan setengah dari limbah mereka pada tahun 2030. Borrow A Cup juga diluncurkan setelah Starbucks Korea menargetkan sama sekali tidak menggunakan gelas plastik sekali pakai pada tahun 2025.

Kalau diaplikasikan ke Indonesia, kira-kira bakal lancar nggak ya? Mungkin ada beberapa yang justru pengin punya gelasnya terus nggak dikembalikan karena bentuknya berbeda dari gelas biasa~

Seringnya juga beli tumbler karena bentuknya bagus atau pas tumbler day kan, bukan buat mengurangi sampah plastik. Kalau program ini diaplikasikan di Indonesia, beli Starbucks berasa beli galon atau gas tabung ya~

Related Articles
Current Issues
Coronavirus Bikin Starbucks Larang Penggunaan Tumbler dan Gelas Pribadi

Current Issues
Awas! Hoaks Starbucks Larang Karyawannya Ucapkan Selamat Natal

Interest
Lebih Ramah Lingkungan, Interior Kulit di MINI Bakal Raib