Entertainment

Rekam Ulang Album Lama, Taylor Swift Buktikan Cerdas Secara Emosional

Karena pengambilan keputusannya taktis banget.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on April 6th 2021

(Foto: Kevin Winter/Getty Images for dcp)

Taylor Swift memang terhitung sebagai pemain lama di dunia musik, terbukti kita masih dengar Love Story dan sederet lagu lain yang usianya lebih dari satu dekade. Kariernya yang awet ini diwarnai drama kepemilikan master album lamanya yang berkali-kali berpindah tangan, tapi gak pernah bisa diraih oleh tangannya sendiri.

Singkatnya, master album Taylor Swift, Fearless, Speak Now, Red, 1989, dan Reputation awalnya dimiliki oleh label lama Taylor, Big Macine Records. Eh, tiba-tiba label milik Scott Borchetta itu dibeli sama Scooter Braun pada 2019. Penyanyi kelahiran 31 tahun lalu ini ingin membeli semua master albumnya, tapi ternyata sudah berpindah tangan lagi ke perusahaan bernama Shamrock Holdings. Klik di sini buat baca sejarah lengkapnya.

Karena lelah seakan dilarang memiliki master albumnya sendiri, pemilik album Folklore dan Evermore ini mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Bukan marah-marah, tapi jujur bahwa ia sakit hati. Namun, nggak sekadar sambat, Taylor juga mengambil langkah berani yaitu merekam ulang semua album lamanya.

Tangkapan layar twit @taylorswift13, keputusan rekam ulang album Fearless

Merekam ulang semua albumnya mungkin dilakukan karena pelantun You All Over Me itu menulis hampir semua lagunya sendiri. Artinya, ia memiliki hak penerbitan atau hak cipta atas komposisi musiknya. Jadi setidaknya punya hak veto kalau ada pihak yang mau menggunakan karyanya secara komersil—termasuk kalau ia sendiri mau membuat versi rekaman ulang.

Nah, bisa dibilang keputusan Taylor merekam ulang semua albumnya adalah super smart move. Pemenang kategori Album of the Year di Grammy ini tahu apa yang ia bisa lakukan dan nggak sibuk merutuki pihak yang menyebalkan.

Dilansir dari Inc, penyanyi satu ini juga sudah membangun hubungan emosional dengan para Swifties dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukannya. Dari twit Twitter terutama. Ia juga sering mengirim hadiah kejutan buat para fan spesial. Dari sini, Swiftie memandang idola mereka sebagai bestie, bukan tokoh yang untouchable.

Karena kedekatan yang terbangun ini, fandom bakal mengerahkan kemampuan mereka untuk membela sang idola mati-matian. Tahu sendiri kan kekuatan Swifties. Ini tentunya memudahkan Taylor meningkatkan nilai album rekaman ulang dan menurunkan album versi lama. Stream dari setiap fan akan membawa keuntungan buat Taylor dan penurunan buat album versi orisinal.

Nah, buat kamu para Swiftie, nantikan Fearless (Taylor’s Version) yang akan dirilis pada 9 April mendatang. Siap-siap stream~

Related Articles
Entertainment
Taylor Swift Rilis Album 'Fearless' Versi Baru, Ini Arti Cover Albumnya

Entertainment
‘Wildest Dream’ Taylor Swift Muncul di Trailer Film Animasi ‘Spirit Untamed’

Entertainment
'Love Story' Taylor Swift Versi Rekaman Ulang Kalahkan Penjualan Lagu Aslinya