Sport

Yamaha Raih Dua Kemenangan di ”Kandang” Ducati

Mainmain.id

Posted on April 6th 2021

Tanda-tanda itu begitu nyata. Bahwa Yamaha akan mengakhiri penantian panjangnya untuk gelar juara dunia MotoGP. Di Sirkuit Losail Qatar, Yamaha Factory Racing Team memborong kemenangan di dua seri perdana musim ini. 

Yamaha merebut victory seri perdana melalui Maverick Vinales. Lalu pada seri kedua Minggu kemarin, giliran Fabio Quartararo yang meraih kemenangan.

Ada yang bertanya, apakah tidak terlalu premature menjagokan Yamaha akan menjadi juara dunia musim ini? Toh, musim lalu, Quartararo melesat di dua lomba awal dengan selalu menang. Yamaha juga menjadi pabrikan yang meraih kemenangan terbanyak dengan tujuh victory. Namun, yang juara dunia malah Suzuki yang hanya meraih satu kemenangan melalui Joan Mir.

Memang, dua kemenangan di dua lomba awal sama dengan musim lalu. Namun, arti dua victory tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Musim ini, dua kemenaangan itu diraih di “kandang” Ducati. Di Sirkuit Losail yang memiliki trek lurus sangat panjang. Yang menjadi makanan empuk rider Ducati.

Tahun lalu, dua kemenangan awal musim Yamaha diraih di Sirkuit Jerez, Spanyol. Sirkuit itu ”kandang” Yamaha. Memiliki banyak tikungan, menuntut kelincahan motor. Dan itu adalah kelebihan Yamaha M1.

Hebat di Jerez, Yamaha kemudian tampil buruk di sirkuit lain. Di lintasan yang punya trek lurus panjang, Yamaha dihajar oleh Ducati maupun KTM.

Nah, kondisi itu kemungkinan tidak akan terjadi musim ini. Yamaha menunjukkan didi kompetitif di Sirkuit Losail. Meski terlihat loyo di trek lurus, Quartararo bisa menutupi defisit itu dengan ngebut di seluruh tikungan.

”Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri untuk bertarung dalam perebutan gelar juara dunia,” kata Quartararo seusai lomba kepada Crash.

Di awal lomba, Quartararo dan Vinales yang start dari baris kedua langsung melorot. Ke posisi sembilan dan sebelas. Yamaha memang tidak memiliki holeshot device, yang membuat pembalapnya kalah start.

Namun, seperti lomba perdana, Quartararo dan Vinales mampu menjaga jarak dengan pembalap-pembalap di depannya. Keduanya hanya butuh beberapa lap untuk menyalip kembali.

Pada pertengahan lomba, pembalap Prancis itu sudah menduduki peringkat ketiga. Tepat di belakang Johann Zarco (Pramac Ducati). Sempat beberapa lap di belakang Zarco, Quartararo akhirnya menyalip di tikungan kesepuluh.

Enam lap menjelang finis, giliran pemimpin lomba Jorge Martin yang disalip Quartararo. Di trek lurus, Martin sempat kembali menyalip. Namun, pada lap berikutnya, Quartararo tidak memberinya ampun. Setelah itu, Quartararo terus menjauh dan nyaman finis di posisi terdepan.

MotoGP akan menjalani seri ketiga dua pekan mendatang di Portugal. Lalu seri keempat di Jerez dua pekan berikutnya. Di dua lomba yang menuntut kelincahan itu, Yamaha akan membuktikan bahwa hebat di Losail tidak akan mengurangi kekuatan utama mereka. 

Kalau itu terjadi, maka puasa gelar Yamaha sepertinya akan berakhir. Kali terakhir Yamaha juara dunia pada 2015 melalui Jorge Lorenzo. (Nanang Prianto-Harian Disway)

Konten ini diproduksi Harian Disway (partner Mainmain.id). Setiap hari di Harian Disway ada rubrik khusus Motosports.

 

Related Articles
Sport
Fabio Quartararo Back-to-Back Podium di Jerez

Sport
Marc Marquez Kalah di MotoGP Virtual Race

Sport
Quartararo Pimpin Klasemen MotoGP 2020 Setelah Finis Pertama di Catalunya