Current Issues

Stop Sekarang! Ini Kebiasaan Buruk Pakai Masker yang Sering Tidak Disadari

Dwiwa

Posted on April 5th 2021

Memakai masker menjadi salah satu hal penting dalam mengakhiri pandemi Covid-19. Meski begitu, menggunakan masker tidak boleh asal pakai. Masker harus menutup bagian hidung, mulut, hingga dagu serta menempel rapat pada kulit.

Tetapi sayangnya, keefektifan dari pemakaian masker ini terkadang justru bisa menjadi bumerang saat dibarengi dengan beberapa kebiasaan buruk yang sering tidak kita sadari. Bukan memberi perlindungan, ini justru akan menjadi masalah baru.

Dilansir dari CNA, beberapa kebiasaan yang umum dilakukan orang-orang saat memakai masker bisa menimbulkan risiko. Misalnya saja menarik masker ke bawah dagu sebelum makan atau minum dan memindahkan masker ke lengan untuk sementara saat berlari atau berjalan cepat.

“Memakai masker di siku atau dagu sama-sama merupakan kebiasaan memakai masker yang buruk, dan merusak tujuan memakai masker untuk melindungi atau mengurangi kemungkinan infeksi,” ujar Dr. Grace Huang, dokter umum di DTAP Clinic.

Dr Chaterine Ong, konsultan divisi penyakit menular di National University Hospital mengatakan permukaan masker mengandung mikroba. Pada orang terinfeksi, partikel virus akan menumpuk di permukaan yang bersentuhan dengan wajah.

Dia menambahkan,  masker yang sudah digunakan sering basah oleh droplet pernapasan dan air liur. Ini membuat permukaan bagian dalam menjadi tempat yang baik bagi virus untuk bertahan hidup dibanding permukaan yang kering.

Bagian luar masker juga tidak lebih baik. Ini dipenuhi dengan bakteri, virus, dan kotoran dari lingkungan luar. “Menarik masker ke dagu berarti permukaan luar masker mungkin bersentuhan dengan wajah dan mungkin bibir bawah kalian menyebarkan patogen ini langsung ke mulut dan wajah,” ujar Huang.

Sementara itu, meletakkan masker di lengan atau siku terdengar seperti ide yang bagus saat berolahraga. Sementara berkeringat tidak diketahui menyebarkan Covid-19, Huang mengatakan saat kalian berkeringat dan secara tidak sengaja menyentuh wajah, ini meningkatkan risiko penyebaran patogen dari tangan atau lengan ke mata, hidung, dan mulut.

Sebaliknya, kalian juga bisa membawa lebih banyak patogen ke mulut saat masker dipakai kembali. Ini menjadi cara efektif menyebarkan patogen dari lengan, yang mungkin telah menyentuh banyak permukaan, ke mulut dan hidung.

Lalu, bagaimana cara yang benar menyimpan masker saat sedang berolahraga?

Menurut Huang, pilihan terbaik adalah membawa sesuatu yang bersih untuk menyimpan masker dari lingkungan luar. Misalnya saja membawa sebuah kantong ziploc kecil yang bisa dimasukkan ke casing ponsel atau saku.

Kalau dilipat dan disimpan di saku atau dimasukkan ke dalam dompet bagaimana?

“Dompet dan ponsel mungkin adalah beberapa benda paling kotor yang kita miliki. Kita menyentuh permukaan luar dan kemudian memegang ponsel dan dompet, yang pada dasarnya membuatnya menjadi formites (benda yang kemungkinan besar membawa infeksi). Opsi teraman tetaomembawa kantong bersih atau tempat menggantung masker yang tidak terkena kotoran atau patogen eksternal,” ujar Huang.

Melipat masker dan memasukkan ke dalam saku juga bukan pilihan bagus. Menurut Huang, ini tidak ideal karena masker bisa menjadi kusut atau bergeser saat bergerak.

Nah, gitu ya guys. Jadi jangan lagi suka menurunkan masker ke dagu atau meletakkannya di siku atau lengan. Lebih baik bawa wadah kecil yang bersih, bisa berupa kantong kertas, untuk menyimpan sementara masker saat sedang makan atau minum ya. (*)

Related Articles
Current Issues
Penggunaan Masker Menurun, Kasus Covid-19 Membengkak

Current Issues
Ini Loh yang Akan Terjadi Jika Kita Malas Mencuci Tangan

Current Issues
Mengapa Vaksin Covid-19 Bukan Alasan Untuk Abaikan Protokol Kesehatan?