Entertainment

Film 'The Mitchells vs. The Machines' Punya Gaya Animasi Unik

Jingga Irawan

Posted on April 2nd 2021

Netflix baru saja merilis trailer untuk film animasi barunya The Mitchells vs. The Machines, Rabu (31/3). Menariknya, para penggemar mempertanyakan gaya visual unik untuk animasi yang mengisahkan sebuah keluarga manusia disfungsional yang berperang melawan pemberontakan robot canggih di dunia tersebut.

Produser Christopher Miller akhirnya menulis thread di akun Twitter-nya tentang penjelasan arah seni dan visual The Mitchells vs. The Machines, serta alasan mengapa film tersebut terlihat sangat bagus.

Miller memulai utasnya yang mengatakan bahwa sutradara Mike Rianda, yang menggarap film tersebut, ingin The Mitchells vs. The Machines memiliki gaya cat air yang dilukis dengan tangan. Hal itu merupakan tantangan besar untuk film 3D, karena cat air biasanya merupakan teknik 2D.

Akhirnya, studio memutuskan untuk meminta bantuan Michael Lasker, tim CG untuk animasi Spider-Man: Into the Spider-Verse. Pada dasarnya, Spider-Verse juga menghadapi tantangan serupa seperti The Mitchells vs. The Machines, karena keduanya mencoba meniru nuansa seni dua dimensi.

Lasker kemudian bergabung sebagai pengawas VFX untuk The Mitchells vs. The Machines, sehingga studio dapat menghasilkan tampilan lebih kreatif. Misalnya, dalam membuat gerakan ultra-realistis untuk bulu di sebuah jaket, studio menerapkan tekstur coretan yang dilukis dengan tangan di atas bahan benda, agar menghidupkan kesan teknik cat air yang diinginkan.

Hal yang sama juga berlaku untuk elemen latar belakang, seperti pepohonan dan semak-semak, yang terlihat seperti lukisan cat air, meskipun sebenarnya itu adalah model 3D. Jadi, perpaduan antara seni 2D dan 3D adalah kunci dari gaya visual yang menarik.

Elemen 2D penuh disertakan untuk menunjukkan persepsi karakter Katie (Abbi Jacobson) dalam film dengan efek khusus. Efek khusus ini membuat tampilan dunia nyata lebih menarik dan seni 2D menjadi bagian penting dari struktur visual dari keluarga Mitchells (yang pada dasarnya adalah manusia).

Sebaliknya, pandangan dunia Katie dibuat berdasarkan elemen kartun yang lebih cerah. Sebuah sistem AI PAL yang jahat dalam film (Olivia Colman) didesain dengan gaya visual yang berbeda dan lebih modern, karena pada dasarnya mereka merepresentasikan sekumpulan robot masa depan.

Meskipun demikian, sentuhan cat air tetap mendominasi keseluruhan film, memberikan penyatuan visual dan membuat The Mitchells vs. The Machines mendapatkan kesan yang berbeda dari film animasi lainnya. Dengan soundtrack trailer dari boyband ternama Korea Selatan, BTS yang berjudul Mic Drop, The Mitchells vs. The Machines akan dirilis di Netflix pada 30 April. (*)

Artikel Terkait
Korea
MV ‘MIC Drop’ (Steve Aoki Remix) Milik BTS Capai 1,2 Miliar Views

Entertainment
Aktor MV 'Come Back Home' BTS Main Drama bareng Lee Min Ho di 'The King'

Entertainment
Steve Aoki Buka-bukaan Soal Album Barunya bareng Agnez Mo dan MONSTA X