Tech

Sempat Ragu, Xiaomi Akhirnya Terjun ke Pasar EV Tiongkok. Investasinya Fantastis

Jingga Irawan

Posted on April 1st 2021

Lei Jun (Reuters)

Xiaomi Corp, salah satu perusahaan smartphone terbesar di dunia, bakal nyemplung ke industri kendaraan listrik (EV) yang sedang berkembang pesat di Tiongkok. Xiaomi akan memulai proyek kendaraan listriknya dengan investasi awal sebesar sebesar USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 21,7 triliun. 

Itu masih belum seberapa karena mereka diperkirakan akan menghabiskan hingga USD 10 miliar sampai 10 tahun berikutnya.

Lei Jun, pendiri dan kepala eksekutif Xiaomi, bakal mengepalai divisi mobil listrik baru perusahaan tersebut, seperti yang ia umumkan dalam acara Mega Launch perusahaan, Selasa (29/3).

"Apa yang kita punya? Kami punya uang. Lebih penting lagi, kami memiliki 10.000 orang dalam R&D (Research & Development) dan kami akan menambah 5.000 orang lagi," kata Lei di acara tersebut, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post.

Pria berusia 51 tahun mengatakan ia paham risiko yang ditimbulkan dalam langkah ini. Termasuk bahwa investasi perusahaan tidak akan membuahkan hasil dalam beberapa tahun mendatang. Ia juga menggambarkan Xiaomi adalah perusahaan yang telah berkembang pesat, sehingga mampu untuk menguji kemampuan dalam bidang industri mobil listrik.

Inisiatif produksi electric vehicle (EV) oleh Xiaomi diperkirakan akan mencatat pertumbuhan besar-besaran di masa depan. Menurut perkiraan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, pendapatan layanan dan produk digital untuk industri EV Tiongkok dapat mencapai 1 triliun yuan per tahun, meskipun tidak disebutkan kapan hal itu terjadi.

Lei, yang mengklaim bahwa dirinya mengendarai Tesla, mengisyaratkan bahwa ia berpikir lama tentang memulai bisnis EV karena persaingan di industri smartphone masih ketat. Namun, salah satu temannya memperingatkan untuk tidak melewatkan kesempatan terjun ke industri ini karena sejumlah rekan kerja dan pesaing perusahaan sudah memiliki rencana atau sudah memasuki pasar.

Meskipun awalnya enggan, Lei akhirnya memutuskan bahwa Xiaomi memasuki industri EV pada 15 Januari lalu. Dan ironisnya, di hari yang sama, perusahaan itu dimasukkan oleh Washington ke daftar hitam perdagangan AS. Alasannya, kecurigaan adanya koalisi Xiaomi dengan Pemerintah Tiongkok.

"Seseorang berkata bahwa kendaraan listrik pintar itu seperti smartphone dengan empat pintu," katanya, seraya menambahkan bahwa perbandingan tersebut membantunya untuk menemukan hubungan antara bisnis utama Xiaomi (produksi ponsel) dan usaha yang akan datang.(*)

Related Articles
Tech
Beralih ke Listrik, Mulai 2035 VW Setop Jual Mobil Berbahan Bakar Fosil di Eropa

Tech
Raksasa Teknologi Baidu dan Geely Investasikan USD 7,7 Miliar untuk Smart EV

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik