Current Issues

Gokil! Biden Siapkan USD 174 Triliun untuk Proyek Percepatan Kendaraan Listrik

Jingga Irawan

Posted on April 1st 2021

Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Joe Biden tak main-main dalam menyiapkan pengembangan kendaraan listrik. Biden baru saja mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur senilai USD 2,25 triliun di Pittsburgh, Rabu (31/3). Sebagian besarnya untuk mendukung kendaraan listrik.

Dari anggaran sebesar itu, USD 174 dialokasikan untuk mendorong percepatan peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan kendaraan listrik di AS termasuk cepat, kendaraan listrik sendiri tetap menjadi semacam ”produk khusus”. Hanya 2 persen dari pasar mobil baru. Jumlahnya di jalanan AS juga hanya 1 persen.

Hal itu terjadi karena harga kendaraan listrik yang masih tinggi jika dibandingkan dengan kendaraan BBM. Selain itu, pengisian daya kendaraan listrik di AS juga lebih sulit bila dibandingkan dengan ketersediaan stasiun BBM. Nah, Biden ingin mengatasi hal tersebut lewat penyiapan sejumlah kebijakan dan infrastruktur.

Dari anggaran yang di atas, rencananya pemerintahan Biden akan membangun 500.000 electric vehicle charging. Targetnya terealisasi pada 2030. Pemerintah AS juga akan mengalokasikan dana khusus bagi warga yang ingin membeli EV baru. Selain potongan harga, saat ini pembeli dapat memanfaatkan kredit pajak federal sebesar 7.500 dolar AS untuk membeli mobil listrik dan kendaraan hibrida plug-in yang telah ditentukan negara.

Biden meminta kongres menyetujui potongan harga penjualan dan insentif pajak bagi warga AS agar bisa membeli EV buatan dalam negeri. Sambil ia juga memastikan harga kendaraan listrik untuk warga AS bisa terjangkau bagi semua keluarga.

Namun, sejauh ini, tampaknya produsen mobil asing yang membuat EV di AS juga masih memenuhi syarat untuk ketentuan tersebut. Jadi, kebijakan itu tentu tidak akan menjadi keuntungan eksklusif bagi pembuat mobil AS sendiri.

Sementara itu, untuk mengatasi kelangkaan rantai pasokan EV, Biden juga punya rencana lain. Ia bakal mengalokasikan dana untuk membantu perusahaan dan pembuat mobil melengkapi kembali fasilitas mereka. Dengan begitu, produsen kendaraan listrik juga bisa fokus pada produksi baterai serta penyempurnaan bahan baku.

Rencana AS terkait rantai pasokan kendaraan EV tersebut tentu bisa saja mengalahkan Tiongkok. Sebagaimana diketahui, pada 2019, Tiongkok menyumbang 80 persen dari total output bahan baku baterai kendaraan listrik di dunia.

Melihat data itu, UAW (United Auto Mobile Workers) dan pembuat mobil mendesak pemerintahan Biden mempersiapkan rantai pasokan AS. Mereka ingin AS dapat bersaing dengan lebih baik dalam mengantisipasi masalah rantai pasokan kendaraan EV.

Kebijakan pemerintah itu tentu sangat disambut baik oleh para produsen otomotif di AS. Apalagi, sebagian besar produsen otomotif di AS memang sudah mencanangkan program peralihan produksi ke kendaraan listrik.(*)

Related Articles
Current Issues
Biden Berencana Tingkatkan Penjualan EV, Pengamat: Bisa Berhasil Bisa Tidak

Current Issues
Tesla: Data Pengguna Tiongkok Tak Akan Keluar, Tetap Disimpan di Dalam Negeri

Current Issues
Takut Data Bocor, Tentara-Pegawai Pemerintah Tiongkok Dibatasi Kemudikan Tesla