Current Issues

Berlaku Mulai 1 April, Ini Aturan Baru Jika Ingin Melakukan Perjalanan

Dwiwa

Posted on April 1st 2021

Pemerintah telah resmi melarang seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. Meski begitu, mulai 1 April hari ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mulai memberlakukan aturan baru untuk para pelaku perjalanan dalam negeri.

Dilansir dari situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Aturan baru ini dikeluarkan guna mencegah terjadinya rantai penularan Covid-19 yang cenderung meningkat saat mobilitas manusia atau perjalanan orang tinggi. Aturan ini pun berlaku untuk seluruh bentuk perjalanan dalam negeri baik darat, kereta api, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara.

Dengan adanya SE ini, diharapkan penerapan protokol kesehatan akan semakin ketat di dalam kebiasaan baru sehingga tercipat kehidupan yang produktif tetapi tetap aman dari Covid-19. Selain itu ini juga dimaksudkan untuk mencegah peningkatan penularan dan membatasi jumlah pelaku perjalanan.

Lalu apa saja peraturan baru dalam surat edaran baru tersebut?

SE tersebut mewajibkan pada setiap pelaku perjalanan untuk menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Dalam SE ini, disebutkan juga jika masker harus menutupi hidung dan mulut dengan benar. Jenis masker yang digunakan berupa masker kain tiga lapis atau masker medis. Selain itu, selama perjalanan dengan moda transportasi apapun tidak diperkenankan bicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung.

Para pelaku perjalanan juga tidak boleh makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan yang kurang dari dua jam. Tetapi bagi individu yang harus mengonsumsi obat unuk pengibatan dan bisa membahayakan jika tidak dilakukan, mendapat pengecualian.

Hasil uji negatif Covid-19 baik dengan RT-PCR maupun rapid test juga menjadi syarat wajib. Bagi yang menggunakan transportasi udara, harus memiliki hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Jika dengan rapid test antigen, hasilnya harus negatif dengan sampel yang diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam. Atau bisa juga dengan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara sebelum keberangkatan. Mereka juga diwajibkan untuk mengisi e-HAC Indonesia.

Sementara bagi yang menggunakan transportasi laut maupun perkeretaapian, juga harus menunjukkan hasil negatif untuk tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bisa juga hasil negatif dari tes GeNose C19 di pelabuhan maupun stasiun sebelum keberangkatan. Selain menunjukkan hasil tes negatif, pengguna moda transportasi laut juga harus mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi pelaku perjalanan penyeberangan laut cukup dengan menunjukkan surat negatif Covid-19 dengan rapid test antigen dengan sampel diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan. Bisa juga dengan hasil negatif tes GeNose C19 di pelabuhan sambil menunggu keputusan pelaksanaan tes RT-PCR sebagai syarat perjalanan. Mereka juga diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia.

Bagi pelaku perjalanan darat dengan trasportasi umum akan dilakukan tes acak rapid test antigen/GeNose jika diperlukan. Sedangkan untuk yang mengendarai kendaraan pribadi diimbau melakukan RT-PCR atau rapid test antigen dengan sampel yang diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau negatif tes GeNose C19 di rest area.

Sementara bagi yang ingin ke Bali, baik menggunakan trasnportasi udara, laut, maupun darat, entah pribadi maupun umum, harus mengantongi hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Bisa juga dengan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara, pelabuhan atau terminal dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.

Jika hasil tes negatif Covid-19 tetapi terlihat ada gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan melakukan tes RT-PCR dan isolasi mandiri sambil menunggu hasil. Sedangkan anak-anak di bawah lima tahun, tes RT-PCR/rapid test antigen/Ge Nose C19 tidak wajib dilakukan sebagai syarat perjalanan.

Nah kurang lebih itu yah syarat perjalanan baru yang mulai berlaku hari ini. Ingat selalu untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan yah jika melakukan perjalanan. (*)

Related Articles
Current Issues
Sudah Nggak Dilarang, Ini Syarat Biar Bisa Mudik Lebaran 2021

Current Issues
Rapid Test Antigen dan PCR Jadi Syarat Perjalanan, Segini Loh Harganya

Current Issues
Mau Liburan Natal dan Tahun Baru? Simak Yuk Aturan yang Berlaku