Current Issues

WHO Sebut Virus Corona Menular ke Manusia dari Hewan Sebulan Sebelum Terdeteksi

Dwiwa

Posted on March 31st 2021

Laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika virus corona baru yang menyebabkan Covid-19 mungkin menyebar ke manusia melalui hewan. Kemungkinan, virus ini mulai menyebar di antara manusia tidak lebih dari satu atau dua bulan sebelum dideteksi pada Desember 2019.

Dilansir dari CNN, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika sejauh ini semua hipotesis masih terbuka. Laporan tersebut pun menjadi permulaan yang sangat penting.

Laporan yang dirilis pada Selasa (30/3) mencantumkan empat skenario tentang penularan virus ke manusia.

Salah satu skenario menyebut jika virus menyebar melalui inang hewan perantara, mungkin hewan liar yang ditangkap dan kemudian berkembang di peternakan, sesuatu yang sangat mungkin terjadi.

Tetapi penyelidikan belum menemukan hewan lain apa yang terinfeksi oleh kelelawar – yang dianggap sebagai sumber asli virus yang paling mungkin – dan kemudian menularkannya ke manusia. 

Kemungkinan berikutnya adalah penularan langsung dari salah satu hewan yang diketahui membawa virus corona serupa, seperti kelelawar atau trenggiling. Laporan tersebut mengatakan pengenalan melalui produk makanan dingin dianggap sebagai jalur yang mungkin dan pengenalan melalui insiden laboratoroim dianggap sebagai jalur yang tidak mungkin.

Meski begitu, Amerika Serikat Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lithuania, Norwegia, Republik Korea, Slovenia, dan Inggris menyatakan keprihatinan terkait hasil studi WHO soal asal-usul Covid-19 di Tiongkok. Mereka menyerukan adanya evaluasi independen dan sepenuhnya transparan dengan akses ke semua data yang relevan di masa depan.

Laporan WHO ini ditulis oleh tim internasional gabungan yang terdiri dari 17 ahli dari Tiongkok ditambah 17 ahli dari negara lain, WHO, Global Outbreak Alert Response Network (GOARN) dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE). Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) berpartisipasi sebagai pengamat.

Peter Ben Embarek, anggota tim investigasi WHO, mengatakan jika misi asli para ilmuwan WHO adalah mempelajari asal hewan dari virus corona baru. Inilah mengapa laporan tidak memberikan detail yang sama untuk teori kebocoran laboratorium.

“Tim tersebut berkumpul untuk melakukan studi tentang asal zoonosis virus ini,” ujarnya. Karena bukan merupakan fokus utama studi, teori kebocoran laboratorium tidak menerima perhatian sebesar hipotesis lainnya. Meski begitu, teori ini juga tetap mendapatkan perhatian tersendiri.

Dominic Dwyer, anggota tim investigasi WHO lainnya, mengatakan investigator memiliki kesempatan untuk berdisukusi dengan Wuhan Institute of Virology. Seperti tentang protokol biosekuriti laboratorium dalam hal penanganan material dan protokol untuk menjaga staf yang bekerja di fasilitas tersebut.

Ben Embarek mengatakan jika teori kebocoran laboratorium adalah hal pertama yang muncul dalam benak banyak orang pada awal pandemi virus corona, tetapi sejauh ini tidak ada bukti kuat yang ditemukan yang mendukung teori itu.

Ben Embarek tidak yakin apakah atau kapan para ilmuwan WHO akan kembali ke Wuhan untuk studi lebih lanjut. "Itu akan tergantung bagaimana kita mengatur studi Tahap 2, bagaimana kita merencanakannya," katanya. "Beberapa di antaranya dapat diselesaikan dengan cepat dan dengan sedikit sumber daya - yang lain akan membutuhkan lebih banyak waktu." (*)

Artikel Terkait
Current Issues
WHO Siapkan Rapid Tes Covid-19 Bagi Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah

Current Issues
WHO Sebut Ada Harapan Vaksin Covid-19 Bisa tersedia pada Akhir Tahun Ini

Current Issues
Anak Muda Harus Sabar, Jatah Vaksin Covid-19 Mungkin Baru Didapat Pada 2022