Current Issues

Penelitian: Sekolah Virtual Mungkin Bisa Merusak Kesehatan Mental Anak

Dwiwa

Posted on March 28th 2021

Pandemi Covid-19 telah membuat pembelajaran tatap muka terpaksa harus ditiadakan dan diganti dengan sekolah virtual. Semua dilakukan dengan alasan agar penyebaran Covid-19 bisa segera dikendalikan.

Tetapi di sisi lain, pembelajaran secara virtual mungkin memberikan risiko lebih besar bagi kesehatan mental dan kesejahteraan anak dan orang tua dibanding sekolah tatap muka. Hal ini diungkap oleh penelitian yang dipublikasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada Kamis.

Dilansir dari CNN, laporan tersebut menunjukkan orang tua yang anaknya menerima instruksi secara virtual atau kombinasi virtual dan tatap muka cenderung melaporkan peningkatan risiko pada 11 dari 17 indikator kesejahteraan anak dan orang tua. Survei berlangsung Oktover dan November 2020 pada 1.290 orang tua yang memiliki anak usia 5 hingga 12 tahun.

Hampir 25 persen orang tua yang anaknya menerima instruksi virtual atau instruksi gabungan melaporkan memburuknya kesehatan mental atau emosional pada anak-anak mereka dibandingkan dengan 16 persen orang tua yang anaknya menerima instruksi secara tatap muka.

Mereka juga cenderung mengatakan anaknya kurang aktif secara fisik, menghabiskan sedikit waktu di luar dan lebih sedikit waktu bersama dengan teman-teman. Padahal, aktivitas fisik ini berkaitan dengan kebugaran, kekuatan otot dan tulang, serta penurunan risiko depresi dan kecemasan.

Bukan hanya anak, orang tua pun mengalami dampak yang sama. Sekitar 54 persen orang tua yang anaknya mengalami instruksi virtual melaporkan gangguan emosional dibandingkan dengan 38 persen orang tua yang anaknya menerima instruksi tatap muka.

Orang tua dengan anak yang mendapatkan instruksi virtual cenderung melaporkan kehilangan pekerjaan, kekhawatiran tentang stabilitas pekerjaan, tantangan merawat anak, konflik anatara bekerja dan memberikan perawatan anak, dan kesulitan tidur.

Orang tua dari anak-anak yang menerima instruksi gabungan lebih cenderung melaporkan kehilangan pekerjaan dan mengalami konflik antara bekerja dan menyediakan perawatan anak dibanding mereka yang anaknya menerima pembelajaran tatap muka. Sekitar 43 persen melaporkan tekanan emosional.

Para peneliti menjelaskan jika anak-anak yang tidak menerima instruksi secara langsung beserta orang tua mereka mungkin mengalami peningkatan risiko untuk kesehatan mental, emosional, atau fisik negatif.

“Tindakan komunitas untuk mengurangi kejadian Covid-19 dan mendukung strategi mitigasi di sekolah sangat penting untuk mendukung siswa kembali ke pembelajaran secara langsung,” tulis para peneliti. (*)

Related Articles
Current Issues
Studi: Depresi dan Kecemasan Berkepanjangan Bisa Terjadi Pada Kasus Covid Parah

Current Issues
Peneliti: Tingkat Kecemasan dan Depresi di Kalangan Mahasiswa Terus Melonjak

Current Issues
Studi: Pasien Covid-19 Mungkin Lebih Berisiko Terkena Masalah Kesehatan Mental