Current Issues

Barcelona Buktikan Konser Musik Saat Pandemi Tak Mustahil. Tapi Syaratnya Banyak

Dwiwa

Posted on March 28th 2021

Jika ada yang membayangkan seperti apa rasanya hidup di new normal alias era kehidupan baru, mungkin konser yang baru saja diadakan di Barcelona pada Sabtu malam ini bisa menjadi gambaran.

Dilansir dari AP, lima ribu penggemar rock menikmati konser yang sesungguhnya setelah melewati pemeriksaan Covid-19 di hari yang sama. Konser ini bertujuan untuk mengetahui keefektifannya dalam mencegah penyebaran virus dalam acara budaya yang besar.

Konser ini diadakan nyaris sama dengan sebelum pandemi terjadi. Satu-satunya yang membedakan adalah semua penonton harus menggunakan masker wajah berkualitas tinggi yang disediakan oleh penyelenggara konser secara ketat.

Pertunjukkan yang dilakukan oleh grup rock Spanyol Love of Lesbian mendapat izin khusus dari otoritas kesehatan Spanyol. Saat di wilayah lain aktivitas fisik masih dibatasi dengan pertemuan maksimal empat orang di ruang tertutup, di Barcelona penonton konser bisa bebas berbaur.

Sebelumnya, pemegang tiket bisa memilih diantara tiga tempat yang disediakan untuk tes cepat antigen pada Sabtu pagi. Bagi yang hasilnya negatif akan mendapat kode di ponsel yang memvalidasi tiket untuk pertunjukkan jam 7 malam.

Orang dengan penyakit jantung, kanker, atau yang telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19 dalam beberapa pekan tidak diperkenankan untuk mendaftar. Penyelenggara mengatakan ini adalah acara komersial pertama dengan penonton besar yang diadakan di Eropa selama pandemi.

Tiket pertunjukkan yang dijual dengan harga 23-28 Euro atau sekitar Rp 384 ribu sampai Rp 468 ribu ini terjual habis. Ini sudah termasuk biaya tes dan masker yang wajib digunakan kecuali saat makan atau minum di area yang ditentukan.

Konser ini didukung oleh otoritas lokal dan ahli dari Barcelona The Fight AIDS and Infectious Diseases Foundation, yang juga menyelenggarakan studi kasus seputar konser kecil yang dihadiri 500 orang pada Desmeber tahun lalu.

Mereka mengatakan bahwa hasil studi kasus pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa pra-skinning dengan tes antigen dan penggunaan masker berhasil mencegah infeksi di dalam konser meski tidak ada aturan jarak sosial.

“Ini adalah langkah kecil lainnya untuk dapat mengadakan konser dan budaya selama pandemi,” ujar Dr Boris Revollo, ahli virus yang terlibat dalam rancangan protokol kesehatan. Selain 10 kali lebih besar dari konser pada Desember, konser kali ini juga tidak ada grup kontrol yang dipertahankan di luar gedung konser.

Sebaliknya, penonton konser setuju bahwa otoritas kesehatan masyarakat dapat memberi tahu tim Revollo jika mereka terjangkit virus corona dalam beberapa minggu setelah konser.

Dengan informasi tersebut, tim Revollo akan melakukan analisis tingkat infeksi di antara 5.000 penonton konser dibanding dengan populasi umum untuk melihat apakah ada perbedaan yang dapat mengarah pada penularan di konser tersebut.

Wah, sepertinya asyik yah kalau bisa ikut menonton konser seperti itu. Kira-kira di Indonesia kapan ya bisa seperti itu lagi?

Related Articles
Current Issues
California Buka Bioskop Dengan Aturan Baru, Mungkin Juga Berlaku di Indonesia

Current Issues
Orang Amerika yang Sudah Divaksin Bisa Lepas Masker tapi Dengan Syarat Ini...

Current Issues
WHO Siapkan Rapid Tes Covid-19 Bagi Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah