Tech

Laptop Panas Bikin Lemot dan Bahaya, Ini 5 Cara Mendinginkannya

Dwiwa

Posted on March 27th 2021

 

Pernah nggak kalian merasakan laptop begitu panas hingga seperti membakar paha? Atau pernahkah kalian merasa suara kipas laptop sangat bising sehingga terdengar seperti terowongan angin? Jika hal seperti ini dibiarkan, komputer kalian bisa rusak secara permanen loh.

Panas yang dikeluarkan laptop ini sebenarnya adalah sesuatu yang wajar. Hukum termodinamika telah membuat listrik di komputer menghasilkan panas. Hal ini biasanya diatasi dengan keberadaan ventilasi, kipas dan heatsink logam.

Namun jika sesuatu menghalangi udara panas untuk keluar, laptop akan mengalami tanda panas yang berlebih. Komputer yang berkerja terlalu keras membuatnya jadi lemot. Pada laptop modern, prosesor dan chip biasanya bisa bekerja dengan kecepatan lebih rendah sehingga panas yang dihasilkan juga lebih sedikit.

Biasanya, laptop akan mati sendiri sebelum CPU mencapai suhu berbahaya jika cara tersebut dan kipas yang berputar dengan kecepatan tinggi tidak membantu. Tetapi pada beberapa kasus, terutama laptop lawas atau yang produksinya buruk, panas ini masih bisa merusak bagian tertentu dari motherboard sebelum mati secara otomatis.

Lalu bagaimana memeriksa apakah laptop yang lemot dan suka mati mendadak disebabkan kelebihan panas atau hal lain? Dilansir dari Popular Science, Joe Silverman, pemilik perusahaan perbaikan teknologi New York Computer Help menyebut cara yang dilakukan hanya sederhana.

"Jika kalian menyalakan komputer dan mati dengan sendirinya beberapa menit kemudian, tanpa membuka program apa pun, itu bisa menjadi masalah," kata Silverman. Bisa juga akan terasa panas berlebihan saat digunakan untuk melakukan pekerjaan yang intensif seperti bermain game.

Tetapi jika masih belum yakin, kalian bisa memeriksanya dengan menggunakan aplikasi. Bagi pengguna Window bisa menggunakan Speccy yang mudah digunakan. Tinggal instal dan biarkan aplikasi memeriksa suhu CPU, motherboard, dan GPU. Warna merah menunjukkan komponen yang sangat panas.

Sedangkan pengguna Mac bisa mengunduh Macs Fan Control. Unduh aplikasi ini untuk memeriksa suhu tetapi biarkan pengaturan kipas pada "Otomatis".

Jika aplikasi sudah diunduh, biarkan ini terbuka di latar belakang. Saat laptop kalian mengalami pelambatan, mati, atau masalah lainnya, periksa suhu – khususnya nilai CPU dan GPU – untuk melihat apakah suhi tinggi secara tidak normal.

Silvernan mengatakan suhu 70 derajat di bagian manapun tidak apa-apa tetapi jika semakin panas, kalian mungkin akan mendapat masalah. CPU dan GPU kalian biasanya akan mulai membatasi dirinya sendiri antara 90 dan 105 derajat celcius, tergantung dari modelnya.

Jika kalian melihat suhu turun ke level negatif atau naik di atas 110 derajat celcius, angka tersebut salah – sensor panas kalian mungkin rusak atau program tidak mendukung. Jika suhu tampaknya melonjak bersamaan saat kalian mengalami masalah, mungkin panas bisa disalahkan sebagai penyebabnya.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau ini terjadi?

1. Pastikan kipas bekerja

“Jika awalnya tidak panas dan sekarang menjadi panas, letakkan tangan kalian di dekat lubang kipas dan rasakan getarannya untuk melihat apakah kipas berfungsi,” ujar Silverman. Jika rusak, panas itu tidak akan hilang. Hubungi tukang service untuk menggantinya.

2. Singkirkan debu

Menurut Silverman, debu hingga remah-remah makanan bisa menemukan jalan lewat saluran dan membuat situasi semakin buruk. Dia merekomendasikan sekaleng udara bertekanan dan menggunakannya untuk membersihkan kisi-kisi kipas. Usahakan untuk memiringkan bagian ujungnya agar udara yang dihembuskan keluar laptop.

3. Periksa lingkungan sekitar laptop

Jika ada sesuatu yang menghalangi aliran udara di sekitar komputer, ini bisa menyebabkan masalah. Silverman menyarankan untuk tidak meletakkannya di atas tempat tidur maupun selimut karena bisa menghampat aliran udara.

Sebaliknya, letakkan di meja yang datar atau di atas buku yang datar sehingga udara bisa mengalir. Selain itu, jika suhu di luar ruangan lebih dari 95 derajat Fahrenheit, jangan gunakan laptop di luar AC.

4. Gunakan baterai asli dan adaptor AC

Jika kalian mengganti baterai bekas dari toko online, mungkin bisa timbul masalah. Menurut Silverman, beberapa di kemas tidak dengan cara yang sama seperti aslinya, jadi suhunya lebih panas dari pada aslinya. Jangan berhemat dengan  baterai, karena hal buruk akan terjadi. Pastikan untuk selalu menggunakan yang asli.

5. Selalu perbarui software

Ini memang jarang terjadi, tetapi terkadang masalah perangkat lunak dan firmware dapat menyebabkan panas berlebih. Faktanya ini yang terjadi pada model Apple MacBook 2018. Mereka mengalami hambatan termal dalam kondisi yang tanpaknya normal sampai pembaruan perangkat lunak memperbaiki masalah tersebut.

Nah itu tadi beberapa hal yang bisa dilakukan jika laptop mengalami panas berlebihan. Jika cara-cara di atas masih belum bisa mengatasi, bantuan profesional tampaknya diperlukan.(*) 

Related Articles
Tech
Cari Laptop Bekas untuk Belajar dari Rumah? Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli

Tech
Catat! Microsoft Rilis Windows 11 Resmi Sebagai Free Upgrade 5 Oktober Nanti

Tech
IBM: Kekurangan Chip Komputer Secara Global Bisa Bertahan Dua Tahun