Interest

Di Balik Satu Jepretan Fotomu, Ada Puluhan Informasi Tersembunyi Lho

Jingga Irawan

Posted on March 26th 2021

Pada 3 Oktober 2020, White House menerbitkan dua foto Presiden paling fenomenal di abad ke-21, Donald Trump. Dalam foto itu Trump sedang menandatangani berkas dan membaca briefing. Sehari setelah pengumuman bahwa dirinya tertular Covid-19. Foto-foto tersebut tampaknya dirilis agar seantero AS tahu kalau presidennya itu sedang baik-baik saja.

Ivanka Trump yang juga berperan besar dalam masa kepimimpinan ayahnya itu mengunggah tweet dengan salah satu foto di antaranya: “Tidak ada yang bisa menghentikannya bekerja untuk rakyat Amerika. TANPA TANGGUNG JAWAB!. Tulis Ivanka.

Foto: BBC

Namun, para pengamat yang sangat jeli dalam bidang fotografi menemukan sesuatu yang tidak biasa. Foto-foto itu diambil di dua ruangan berbeda di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed. Lokasi tempat Trump dirawat. Di salah satu foto, Trump mengenakan jas. Dalam foto lainnya, hanya memakai kemeja. Ditambah dengan pernyataan publik tentang kesehatan dan etos kerjanya yang positif. Ya, tujuannya agar publik tahu, ia telah menjalankan tugas kepresidenan sepanjang hari meskipun dia sakit.

Namun, sebagaimana dilansir dari BBC Future catatan waktu yang telah diidentifikasi dari foto tersebut mengatakan sebaliknya. Kedua gambar tersebut diambil dalam selang waktu hanya 10 menit. Asal kalian tahu, informasi tersembunyi di dalam foto digital lebih banyak daripada yang diketahui oleh fotografer beserta subjeknya

Jon Ostrower, pemimpin redaksi The Air Current, men-tweet bahwa presiden muncul di dua lokasi berbeda dengan jarak waktu 10 menit berdasarkan data EXIF yang telah diidentifikasinya. Boom!

Foto ini kemudian trending dan banyak orang mempertanyakan, apakah gambar-gambar itu dirilis hanya sebatas pemotretan untuk memproyeksikan pesan politik atau bermaksud menunjukkan bahwa Trump benar-benar bekerja "tanpa henti" demi negaranya.

Credit: Jon Ostrower

Kasus lain menimpa John McAfee. Yup! Ia adalah perancang software antivirus McAfee yang terkenal. Pada tahun 2012, dia dalam pelarian dari dugaan pembunuhan oleh otoritas Belize di Amerika Tengah. Seorang wartawan dari majalah Vice melacaknya kemudian menerbitkan foto McAfee secara online. Vice saat itu tidak mengungkap keberadaannya.

Namun tanpa mereka sadari, data lokasi yang tersemat di foto tersebut secara tidak sengaja “memberitahu” publik bahwa McAfee berada di Guatemala. Dia kemudian ditangkap dan segera ditahan, karena kebocoran informasi lokasinya.

Nah, pertanyaannya, apakah foto yang kalian ambil juga secara tidak sengaja membagikan detail yang sebenarnya ingin kalian rahasiakan, tanpa kalian sadari?

Saat mengambil foto, smartphone atau kamera digital akan menyimpan "metadata" di dalam file gambar. Secara otomatis bersembunyi di setiap foto yang kalian ambil. Metadata dapat memberikan informasi seperti kapan dan di mana gambar diambil, bahkan jenis kamera apa yang digunakan.

Bisa kok menghapus metadata, menggunakan software gratis seperti ExifTool. Tetapi banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa data mereka tersimpan di sana. Beberapa platform media sosial menghapus informasi catatan lokasi (meskipun hanya dari tampilan publik), tetapi sebagian besar situs lain? No.

Trik semacam ini biasanya digunakan polisi untuk menangkap buronan. Juga mengidentifikasi tempat kejadian perkara. Dan sayangnya, penjahat senior dapat menggunakan trik yang sama seperti polisi. Bahkan, jika mereka dapat mengetahui di mana dan kapan foto diambil, seseorang dapat rentan terhadap kejahatan seperti perampokan maupun ancaman lainnya. (*)

Artikel Terkait
Interest
Gak Pede Motret Pakai Ponsel? 5 Tips ini Perlu Kalian Coba!

Interest
Ekskul, Tempat Belajar dan Dikenal

Interest
Piknik Tipis-Tipis, 4 Rest Area di Sepanjang Tol Trans Jawa Ini Instragamable!