Current Issues

Elon Musk Pastikan Pengguna Tesla di Tiongkok Tak Dibagikan ke AS

Jingga Irawan

Posted on March 24th 2021

Ilustrasi foto oleh Wall Street Journal

Elon Musk memuji rencana Tiongkok dalam mengatasi emisi karbon dan pertumbuhan ekonomi, dengan mengatakan negara tersebut dapat menjadi pasar terbesar Tesla dalam jangka panjang. Pujian ini datang seraya kendaraan listriknya, Tesla, dianggap berisiko menjadi mata-mata dan berbahaya bagi keamanan nasional.

Musk mengatakan ia terkesan terhadap tujuan penurunan emisi karbon negara tersebut. Itu disampaikan dalam wawancara singkat dengan stasiun televisi Tiongkok, tiga hari setelah Musk berusaha meyakinkan para politisi Negeri Tirai Bambu tentang kekhawatiran mereka terhadap Tesla.

"Saya ingin menyampaikan catatan optimis dan saya sangat yakin bahwa masa depan Tiongkok akan menjadi hebat dan Tiongkok sedang menuju ke arah ekonomi terbesar di dunia dan banyak kemakmuran di masa depan," katanya kepada China Central Television (CCTV), dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (24/3)

Presiden Tiongkok Xi Jinping memang berkomitmen untuk konsisten mengurangi emisi karbon sebelum 2030. Tiongkok ingin menjadi negara netral karbon -nol emisi karbondioksida- pada tahun 2060.

"Ini adalah tujuan yang sangat agresif dan saya pikir itu adalah tujuan yang hebat dan saya berharap negara lain memiliki tujuan ini," kata pendiri Tesla.

Sebelumnya, Musk membantah bahwa kendaraan listriknya digunakan sebagai alat untuk memata-matai Tiongkok maupun negara lain. Dalam sebuah video yang ditampilkan di acara China Development Forum, sesaat setelah kabar mata-mata beredar, Musk mengatakan Tesla akan ditutup jika terlibat dalam aktivitas tersebut.

Ia juga menegaskan, Tesla tidak akan memberikan pemerintah AS data pengendara di Tiongkok yang telah tersimpan di kendaraan listiknya.

Respons itu menanggapi isu larangan pemerintah bagi pejabat tinggi dan militer Tiongkok mengendarai Tesla ke area sensitif negara.

Tiongkok menemukan fakta bahwa multi-direction camera dan sensor ultrasonik EV milik Tesla mampu merekam gambar dan mencatat lokasi. Ditakutkan, kendaraan tersebut dapat menjadi alat bocornya informasi sensitif yang memang dirahasiakan negara.

Penggunaan data dan teknologi mutakhir telah menjadi faktor persaingan utama antara AS dan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. AS sebelumnya juga mengkhawatirkan perusahaan Tiongkok seperti Huawei Technologies Co. dan Xiaomi yang juga dapat mengancam keamanan nasional.

Tiongkok adalah pasar terbesar dunia untuk penjualan kendaraan canggih dan mewah. Baik listrik maupun mobil BBM. Pada tahun 2020, Tesla membuka pabrik perakitan lokal pertamanya di luar Shanghai, yang membuat EV Tesla Model 3 dan Model Y.(*)

Related Articles
Current Issues
Tiongkok Keluarkan Aturan untuk Cegah Penyalagunaan Data Pengguna Mobil Pintar

Current Issues
Tanda-Tanda Pemerintah Tiongkok Ingin "Menarget" Tesla

Current Issues
Tesla: Data Pengguna Tiongkok Tak Akan Keluar, Tetap Disimpan di Dalam Negeri