Lifestyle

Ego Trap, Perasaan Superior dari Orang Lain yang Bikin Kita Merasa Selalu Benar

"Duh, dunia ini gak cukup baik buat aku!"

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 23rd 2021


(Ilustrasi: Freepik)

Pernah nggak sih melihat unggahan bernada, "Aku bisa begini, duh orang yang gak bisa begini itu pasti payah!" atau kalimat mirip seperti itu? Menyebalkan dong pastinya. Sadar atau enggak, orang yang bisa berkata itu bisa aja lagi "dijebak" sama egonya sendiri, alias jatuh dalam ego trap.

Apa itu ego trap?

Kalau diterjemahkan dari bahasa latin, 'ego' punya arti 'saya' atau 'aku' atau pokoknya menggambarkan diri kita sendiri. Nah, ego trap artinya jebakan yang berasal dari rasa egois diri kita sendiri.

Ego trap bikin kita merasa jauh lebih baik dari orang lain dan menganggap apa yang mereka lakukan itu salah. Atau bisa juga merasa kita paling benar dan orang yang gak seperti kita itu posisinya berada di bawah. Meninggikan diri, meremehkan orang.

Misal. Kamu baru diterima SNMPTN, terus berpikir begini. "Ah, aku keren bisa lulus SNMPTN. Pasti yang nggak lulus itu kurang perjuangan!"

Atau yang mungkin sering terdengar: "Aku suka baca buku filsafat sama buku-buku kiri. Kok bisa sih orang-orang cuma baca novel romance doang? Dapat apa dari sana?"

Sender base ini sepertinya masuk ego trap~ (Tangkapan layar twit @Askrlfes)

Atau mungkin buat orang-orang yang merasa edgy: "Aku suka dengar musik klasik dan suara-suara manusia purbakala. Itu baru musik yang asli. Musik pop mah musik gak berkualitas!"

Nah, pikiran-pikiran kayak gitu sebenarnya ego trap. Kita merasa diri kita baik, bagus. Tapi kalau sambil merendahkan orang lain, sebenarnya itu egois.

Apa sih dampak dari ego trap?

Semakin kita merasa paling benar dan superior, semakin kita jauh dari perkembangan yang seharusnya kita capai. Suka baca buku teori-teori filsafat? Bagus. Fokus ke manfaat baca bukunya aja, bukan perasaan keren dibandingkan orang lain. Perasaan lebih tinggi dari orang lain itu gak akan bawa kita ke mana-mana. Mending ilmunya yang dipakai~

Bisa jadi kita sering jatuh ke ego trap karena butuh validasi dari orang lain. Tapi gak ada yang kasih. Atau merasa kurang. Jadi kita ”kasih validasi“ ke diri kita sendiri dengan menganggap orang lain rendah. Jatuhnya kita malah congkak—dan susah kalau dikasih saran membangun.

Ego trap beda sama self esteem. Kalau kita punya harga diri yang cukup, kita percaya kalau kita cukup baik. Dah. Sampai di sana aja, nggak pakai merendahkan orang lain.

Jebakan jahat tapi suka mudah menyelinap ini juga bikin kita nggak puas sama orang-orang di sekitar kita. Kita jadi mempertanyakan kenapa nggak ada yang cocok sama kita—padahal yang salah itu pikiran kita.

Hayo, siapa nih yang lagi terjebak dalam ego-trap? (*)

Related Articles
Lifestyle
4 Langkah Berhenti Minta Maaf Berlebihan saat Sebenarnya Kita Nggak Salah

Interest
Ini Nih Keahlian Orang Toxic Yang Selalu Merugikan!

Lifestyle
Gemas! Tokyo Banana Ubah Kue Pikachu Jadi Bantal Raksasa “Mega Huggy Pillow”