Current Issues

Ini yang Membuat Finlandia Empat Kali Menjadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Delya Oktovie Apsari

Posted on March 23rd 2021

Helsinki, ibu kota Finlandia. (Getty Images) 

Ini adalah kali keempat PBB menganugerahi Finlandia meraih peringkat pertama sebagai negara paling bahagia di dunia. Namun, ketika label tersebut disematkan untuk pertama kalinya, South China Morning Post menulis banyak warga Finlandia yang skeptis.

"Ketika aku pertama kali mendengarnya -- dan aku tidak sendiri, menurutku -- aku tertawa terbahak-bahak," kata produser televisi Tony Ilmoni ketika diwawancara di Helsinki, bertepatan dengan hari di mana Finlandia diberi penghargaan sebagai negara paling bahagia di dunia.

Survei yang dilakukan di seluruh dunia ini mengukur kebebasan dan kepuasan individu dengan kehidupan mereka, menggunakan data survei dari 149 negara. Mereka juga mengukur PDB, dukungan sosial dan persepsi tentang korupsi. Hasilnya, Finlandia unggul dengan layanan publik kelas dunia, tingkat kejahatan dan ketidaksetaraan yang rendah, dan tingkat kepercayaan tinggi pada otoritas.

"Kebutuhan dasar di sini sangat bagus. Kita tidak memiliki orang yang hidup di jalanan, kita memang punya orang-orang yang menganggur tetapi layanan kesehatan kami bekerja dengan baik, hal-hal besar seperti itu [...] tapi kami bisa menjadi lebih ramah dan menyenangkan!" kata seorang pedagang bunga, Riitta Matilainen.

Menjadikan Finlandia negara paling bahagia tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, mereka memiliki sejarah kelam karena banyaknya warga yang alkoholik dan bunuh diri. Tetapi, layanan kesehatan publik mereka berhasil mengurangi angka bunuh diri hingga lebih dari setengahnya.

Titel 'negara paling bahagia' sendiri membantu warga Finlandia benar-benar menemukan kebahagiaan mereka, setidaknya dari sisi pariwisata.

"Itu merupakan sesuatu yang sangat kuat, emosional dan menggugah untuk menyebut bahwa kau adalah negara paling bahagia di dunia. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak mau hidup di negara paling bahagia sedunia?" ujar Joel Willans, pemasar digital dan kreator media sosial 'Very Finnish Problems', pria asal Inggris yang tinggal di Finlandia sejak awal tahun 2000an.

Selama empat tahun, kata kunci kebahagiaan telah digunakan oleh banyak bisnis di Finlandia untuk memasarkan produk gaya hidup dan mencoba menarik pekerja untuk pindah dan bergabung dengan sektor teknologi negara.

Sebelumnya, masakan Finlandia yang tidak mencolok pernah diejek sebagai sesuatu yang "harus ditahan" oleh presiden Italia saat itu Silvio Berlusconi, dan dikecam oleh mitranya dari Prancis Jacques Chirac. Namun pemilik restoran dan produsen produk sekarang memuji kesederhanaan dan bahan-bahan alami masakan Finlandia, mengklaimnya sebagai kunci pendekatan negara yang sungguh-sungguh untuk kesejahteraan.

Namun, dorongan pemasaran kebahagiaan telah dipimpin oleh industri travel. Kantor pariwisata Finlandia menunjuk "duta kebahagiaan" Finlandia yang bertugas memperkenalkan rahasia kesejahteraan Finlandia kepada pengunjung.

“Orang-orang ingin tahu tentang [kebahagiaan kami] dan mereka ingin mempelajarinya,” jelas Paavo Virkkunen, kepala Finland Promotion Services di Business Finland. Kunci dari kebahagiaan Finlandia adalah hutan yang luas dan ribuan danau, serta pemandian uap tradisional, sauna.

Pada awal tahun 2020, pariwisata ke Lapland di Finlandia utara telah mencapai rekor tertinggi dan negara itu menarik lebih banyak proyek investasi asing langsung daripada di tempat lain di Nordik.

Pandemi COVID-19 pun tidak menurunkan minat wisatawan terhadap Finlandia. Meski pariwisata internasional terhenti, warga negara asing tetap ingin menyaksikan alam Finlandia, sehingga para penyedia wisata menawarkan tur virtual.(*)

Artikel Terkait
Interest
Ada Pandemi Covid-19, 20 Negara Ini Tetap Jadi World Happiest Country

Current Issues
Peneliti Ini Buat Simulasi Bagaimana Coronavirus Bisa Menyebar Lewat Udara

Current Issues
Naiknya Kasus Bunuh Diri, Overdosis, dan KDRT di AS Selama Pandemi Covid-19