Tech

Selain Mobil dan Bus, Traktor Modern Juga Mulai Dirancang Bertenaga Listrik

Jingga Irawan

Posted on March 22nd 2021

Foto oleh Forbes

Evolusi tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi saja, tetapi juga mesin pembajak sawah. Sebuah perusahaan startup, Monarch Tractor, memanfaatkan teknologi yang sekarang sedang booming: tenaga baterai dan sistem otonom, untuk membuat traktor robot listrik.

Dilansir dari Forbes, traktor mewah ini diklaim dapat membuat proses pertanian lebih aman dan ramah lingkungan. Monarch didirikan oleh Praveen Penmesta, yang sudah lama bergelut dengan Motivo Engineering. Perusahaan itu didirikan bersama Carlo Mondavi pebisnis perkebunan anggur serta mantan insinyur Tesla, Mark Schwager, yang juga menjabat Presiden Monarch.

Monarch bersama dengan raksasa industri pertanian seperti John Deere melihat peluang besar untuk membuat pertanian lebih efisien dan memberikan pilihan baru bagi petani di wilayah dengan sumber daya manusia yang sedikit. Traktor ini memanfaatkan penggunaan sensor canggih, perangkat lunak, dan cloud.

Dan tidak seperti kendaraan self-driving yang dioperasikan di kota atau di jalan umum, traktor otonom tersebut berkecepatan rendah. Sehingga, tidak memerlukan persetujuan pemerintah untuk digunakan di di lahan pribadi.

Monarch menyebut traktornya "optional driver", karena dapat dioperasikan sebagai kendaraan konvensional. Namun, kendaraan ini juga diprogram untuk melakukan tugas tanpa pengemudi atau operator. Untuk bisa menggunakan fitur itu, pemilik dapat menggunakan mode "gesture" dan "shadow" interaktif agar traktor dapat mengikuti tugas pekerja di lapangan.

Hebatnya, traktor ini dirancang untuk mencegah terjadinya tabrakan dan terguling, serta kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis lebih dari 240 GB data tanaman per hari. Informasi tersebut dapat berguna untuk membuat penyesuaian jenis alat kendaraan dan memberikan perkiraan hasil jangka panjang, seperti tahap pertumbuhan tanaman dan kesehatan tanaman.

"Ekosistem pangan siap bertransformasi dengan petani yang menuntut perangkat berkelanjutan yang dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas pertanian, kami telah melihat permintaan yang luar biasa dan semakin cepat untuk Traktor Raja kami," kata CEO Monarch Tractor, Praveen Penmesta dikutip dari Forbes.

Perusahaan yang berbasis di Livermore, California tersebut akan melakukan pengiriman traktor pertamanya dengan harga mulai dari USD 50.000. Setara dengan Rp 721 juta pada akhir 2021. Para investor yang tergabung dalam proyek ini antara lain, pembuat onderdil mobil Jepang Musashi Seimitsu Industry. Lalu ada pembuat kendaraan pertanian dan komersial Eropa, CNH Industrial serta VST Tillers Tractors India.

"Monarch adalah perintis teknologi traktor yang menggabungkan elektrifikasi, sistem otonom, dan manajemen data, ini adalah tiga pilar utama yang mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan profitabilitas, baik untuk CNH Industrial maupun untuk pelanggan pertanian kami,” kata Scott Wine, CEO CNH Industrial.(*)

Related Articles
Current Issues
Tesla Klaim Mungkin Ada Seseorang di Kursi Pengemudi dalam Kecelakaan di Texas

Tech
Beralih ke Listrik, Mulai 2035 VW Setop Jual Mobil Berbahan Bakar Fosil di Eropa

Tech
Tesla Turunkan Harga Jual Model Y untuk Tarik Pembeli Selama Pandemi