Sport

Olimpiade Tanpa Penonton dari Luar Jepang

Gunawan Sutanto

Posted on March 22nd 2021

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengumumkan kebijakan baru. Mereka menyatakan tidak mengizinkan kedatangan penonton dari luar Jepang untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto. "Dalam banyak hal, Olimpiade Tokyo 2020 akan sangat berbeda dengan Olimpiade sebelumnya. Namun, inti dari Olimpiade tidak akan berubah, karena para atlet tetap akan memberikan yang terbaik dan menginspirasi dunia dengan penampilan yang luar biasa," ujar Seiko, Sabtu (20/3). 

Saat ini panitia sedang mengupayakan rencana khusus bagaimana menghadirkan dukungan dari jarak jauh. Sehingga Olimpiade Tokyo 2020 tetap bisa menyatukan penonton dari seluruh dunia dengan menyesuaikan perkembangan zaman. “Bahkan jika Anda tidak lagi dapat datang ke Jepang musim panas ini, kami sangat berharap Anda bisa terus memberikan dukungan pada Olimpiade Tokyo 2020," ungkapnya.

Panitia akan mengembalikan secara penuh tiket yang sudah dibeli penonton dari luar Jepang.

Sementara itu Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee) Thomas Bach mengatakan, pihaknya memahami kekecewaan para penggemar Olimpiade, juga keluarga dan teman para atlet, yang telah antusias ingin datang ke Tokyo. "Untuk itu, saya benar-benar minta maaf. Kami tahu bahwa ini adalah pengorbanan yang besar bagi semua orang. Kami telah mengatakan sejak awal pandemi ini bahwa Olimpiade kali ini akan membutuhkan pengorbanan," jelas Bach.

Menurutnya, panitia memang memang harus mengedepankan prinsip pertama, yakni keselamatan semua orang. "Setiap keputusan harus menghormati prinsip keselamatan terlebih dahulu. Saya bisa memahami panitia di Jepang sangat tidak mengambil keputusan ini," imbuhnya.

IOC sendiri juga telah merilis beberapa pedoman protokol kesehatan untuk Olimpiade. Di dalamnya ada kewajiban menggunakan masker wajah untuk atlet dan ofisial. Juga adanya aturan pengujian Covid-19 secara rutin. Dan, yang agak ambigu adalah menghindari kontak fisik. Penonton yang hadir di venue juga diarahkan untuk tidak mendukung atlet dengan bernyanyi. Cukup bertepuk tangan.

Panitia Olimpiade Tokyo memang pantas risau. Sebab, meskipun program vaksinasi telah berjalan di hampir semua negara, tapi angka penularan kasus Covid-19 masih tinggi. Bahkan, varian baru dari virus ini juga muncul di berbagai negara.

Di Jepang sendiri ada sekitar 455.000 kasus, jauh di bawah AS dan sebagian besar negara Eropa. Saat ini di negeri Sakura itu rata-rata memiliki sekitar 1.500 kasus baru per hari. Namun, vaksinasi berjalan relatif lambat di negara ini, dan sebagian besar penduduk kemungkinan belum menjalani vaksinasi ketika Olimpiade berjalan.

Olimpiade Tokyo 2020 sebenarnya digelar tahun lalu. Namun ditunda dari tanggal yang direncanakan karena pandemi. Saat ini panitia masih menjadwalkan turnamen multievent itu dijadwalkan berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus 2021. Sementara Paralimpiade dijadwalkan pada 25 Agustus- 6 September 2021.(*)

 

Related Articles
Sport
Jepang Akhirnya Setuju Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda

Sport
Wisma Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Siap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19  

Sport
Kasus Covid-19 Melonjak, Estafet Obor Olimpiade di Osaka Tak Lalui Jalan Umum