Entertainment

Mengenal "Sakuga", Istilah yang Membumbui Adegan Aksi dalam Anime

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 21st 2021

Anime Jepang selalu menarik perhatian karena berbagai aspek unik, terutama karena format 2D-nya yang masih dikerjakan secara analog. Dalam segmentasi genre shonen, anime biasanya menarik perhatian karena adegan pertarungannya yang intens, epik, dan detail. Siapa sangka, proses peracikan koreografi adegan pertarungan tersebut ternyata memiliki sebutan tersendiri, yaitu sakuga.

Sakuga bukan istilah baru bagi penggemar anime, terutama anime shonen penuh adegan pertarungan. Secara literal, sakuga berarti "gambar bergerak" alias "animasi," namun konotasinya kini bergeser menjadi penggambaran bagi adegan animasi yang menunjukkan kualitas gambar lebih detil dan memorable.

Salah satu contoh sakuga yang paling populer di awal 2000-an terdapat dalam anime Naruto, tepatnya pada adegan pertarungan Rock Lee vs Gaara dalam ujian chuunin. Contoh lainnya juga terdapat di sepanjang serial Naruto, hampir setiap kali terdapat adegan pertarungan yang intens. Sakuga tidak hanya terbatas pada aksi, meski tetap saja istilahnya sudah melekat pada adegan pertarungan yang selalu lebih likuid dan di-render dengan detil.

Penggunaan istilah sakuga sudah ada sejak tahun 1980-an, bersamaan dengan kemunculan istilah-istilah pop kultur Jepang lainnya seperti otaku dan charisma animator. Charisma animator sendiri merupakan animator berbakat yang secara teknis lebih mahir dan memiliki gaya animasi yang khas.

The Big Four dalam dunia animasi di medio tahun 1970 hingga 1980an antara lain: Ichirou Itano (Macross); Yasuomi Umetsu, (Presence); Yoshiaki Kawajiri (Neo Tokyo's "The Running Man", Vampire Hunter D: Bloodlust); serta Yoshinori Kanada (Galaxy Express 999,Kiki's Delivery Service).

Penggunaan istilah sakuga juga berhubungan dengan popularitas penggunaan VHS, yaitu sistem perekaman video pada kaset pita yang tayangannya jauh lebih baik daripada yang disiarkan di televisi biasa. Media VHS menjadi favorit bagi para penggemar anime serius yang ingin menghayati kualitas anime tontonan mereka, termasuk setiap detil adegan yang ingin mereka apresiasi.

Pada 2000-an, ketika media menonton anime sudah beralih ke internet, maka kemunculan fanspage seperti Catsuka dan AniPages pun mengambil alih peran mempopulerkan Sakuga, terutama di negara-negara Barat. Kegemaran member fandom internet seperti itu bukan hanya melekat pada anime yang mereka tonton, tetapi juga pada animatornya sendiri.

AniPages secara spesifik memulai blog pada tahun 2004 yang fokus membahas anime dan proses pembuatannya. Beberapa blognya memperkenalkan para membernya kepada charisma animator di era baru, seperti Norio Matsumoto dan Atsushi Wakabayashi, talent yang berada di balik adegan-adegan pertarungan di Naruto.

Penggunaan istilah sakuga baru bergeser pada tahun 2006 untuk menyebut teknik pembuatan animasi yang intens. Beberapa portal lain seperti Sakuga MADs menampilkan beberapa hasil pekerjaan spesifik para animator yang tergolong sakuga, mengunggahnya di YouTube, lalu memperkenalkan konsep sakuga kepada dunia yang lebih luas.

Pada tahun 2015, media yang berfokus membahas anime seperti Anime News Network memperkenalkan konten berjudul The Joy of Sakuga. Konten yang dipandu oleh Kevin Cirugeda itu banyak mengekspos lebih banyak orang terhadap istilah sakuga.

Sakuga pun seiring dengan waktu menjadi topik yang memantik diskusi dan debat di banyak komunitas. Semakin banyak penggemar dan pengamat anime yang mendiskusikan ketepatan penggunaan makna sakuga dalam produksi animasi.

Kini, penggunaan sakuga tidak lagi digunakan hanya untuk menyebut proses animasi secara umum. Sakuga kini lebih identik dengan konteks adegan aksi pada animasi. Terlepas dari segala debat dan diskusi terkait pengertian sebenarnya dari sakuga, tetap saja, penggunaan kata ini menjadi penting dalam menunjuk adegan-adegan tidak terlupakan di dalam anime favorit semua orang.(*)

Related Articles
Entertainment
9 Anime di Netflix Indonesia ini Paling Banyak Ditonton!

Hobi
Bleach Akan Kembali Sapa Fans Lewat Light Novel "Can't Fear Your Own World"

Entertainment
Inilah 5 Film Live Action Adaptasi Manga Terbaik Versi Mainmain.id!