Hobi

Berebut dengan Bot Reseller, Hingga Kini Pembeli PS5 Masih Kerap Kehabisan Stok

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 21st 2021

PlayStation 5 sudah menjadi barang langka di pasaran. Bahkan sejak pertama kali dirilis akhir tahun 2020 lalu. Kondisi tersebut terus saja berlangsung meski Sony terus melakukan re-supply secara berkala.

Hal itu juga terjadi di Amerika Serikat. Website Walmart, toko ritel terkenal di AS kerap mengalami crash beberapa kali pada Kamis (18/3) lalu ketika Walmart melakukan resupply maraton selama 3 jam. Pembeli kerap gagal memasukkan PS5 ke dalam cart belanjaan mereka, atau bahkan web tersebut mengalami hang. Dan jika web tidak crash pun, stok PS5 tiba-tiba saja sudah habis. 

Infformasi peristiwa tersebut tentu saja menyebar di Twitter.

"Aku berhasil memasukkan PS5 ke dalam cart-ku, tetapi saat aku memilih metode pembayaran, tiba-tiba stok barang habis," ujar salah seorang pengguna Twitter, dilansir dari Business Insider.

Error selama proses resupply tersebut berlangsung selama 10 menit. Selain isu teknis, faktor lain yang menyebabkan kelangkaan PS5 pada penjualan online serupa adalah keberadaan reseller yang kerap memborong konsol PS5 dalam jumlah besar menggunakan bantuan bot.

Beberapa situs jual beli online di AS seperti StockX menunjukkan jika para reseller kerap menjual PS5 dalam rentang harga yang mencengangkan, yakni USD730 (sekitar Rp 10,5 juta) alias 50 persen di atas harga markup yang disarankan untuk reseller.

Harga yang disarankan sekitar USD500 (sekitar Rp 7,2 juta) untuk model dengan disc blu-ray. Rentang harga yang sama juga berlaku pada dua jenis PS5 di platform jual beli eBay.

Di sisi lain, Sony sepertinya tetap tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pasar akan PS5. Dalam sebuah wawancara pada Februari lalu, bos PlayStation, Jim Ryan mengatakan jika kelangkaan suplai kemungkinan akan terus berlangsung hingga pertengahan 2021.

Meski menurut Ryan perusahaannya telah berusaha dengan keras untuk meningkatkan penjualan, masih ada beberapa hambatan di dalam proses produksi yang membuat kapasitas produksinya terbatas.

Kelangkaan mikrocip global dan pandemi yang masih melanda dunia menjadi dua faktor utama yang berdampak kepada Sony. Meski demikian, Ryan mengatakan jika kondisi tersebut akan dapat segera teratasi dalam waktu dekat.(*)

Related Articles
Hobi
Mengapa PlayStation 5 Tidak Laku di Jepang?

Hobi
CD Projekt Red Rilis Video Permintaan Maaf Atas Semua Bug di Cyberpunk 2077

Hobi
Musibah Bagi Pemain Game Cyberpunk 2077: Gameplay Cacat, Refund Bermasalah