Current Issues

Penelitian Terbaru: Jarak Antarsiswa 90 Cm Sudah Dianggap Aman

Dwiwa

Posted on March 17th 2021

Sudah banyak ahli yang merekomendasikan jika sekolah dibuka kembali, kursi dan meja bagi siswa harus diberi jarak setidaknya 6 kaki atau sekitar 1,8 meter. Tetapi menurut sebuah penelitian terbaru, jarak tersebut tampaknya bisa lebih dekat.

Dilansir dari Healthline, sebuah studi menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat kasus Covid-19 antara distrik K-12 di Massachusetts yang menerapkan jarak fisik 3 kaki (0,9 meter) versus distrik yang menerapkan jarak 6 kaki  (1,8 meter). Seluruh distrik yang diteliti memberlakukan kebijakan wajib masker. 

Para ahli mengatakan data baru ini adalah berita positif bagi sekolah yang kesulitan untuk kembali buka karena memiliki ruang terbatas bagi siswa. Panduan terkait seberapa jauh jarak yang dibutuhkan antara siswa di lingkungan sekolah mungkin berubah.

Studi yang dipimpin oleh dokter peneliti dari beth Israel Deaconess Medical Center menemukan bahwa kebijakan jarak fisik yang lebih dekat, mungkin dapat diterapkan di sekolah tanpa berdampak negatif terhadap keselamatan siswa atau staf selama mandat memakai masker tetap dijalankan.

Ahli penyakit menular kenamaan Amerika Serikat dr Anthony Fauci mengatakan dalam sebuah wawancara pada 14 Maret bahwa hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Clinical Infectious Disease ini menunjukkan jarak 3 jkaki mungkin cukup untuk diterapkan di sekolah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah merekomendasikan bahwa kursi atau meja sekolah berjarak setidaknya 6 kaki jika memungkinkan. Sementara American Academy of Pediatrics mengatakan meja harus ditempatkan setidaknya 3 kaki, idealnya 6 kaki.

“Implikasi praktisnya adalah kami dapat membawa lebih banyak siswa ke kelas, yang menjadi kabar baik untuk mereka,” ujar Dr Westyn Branch-Elliman, MMSc, spesialis penyakit menular di Beth Israel Deaconess Medical Center yang menjadi salah satu penulis penelitian.

CDC sendiri telah merekomendasikan penggunaan masker, mencuci tangan, dan penggunaan penghalang plastik di area tertentu, dan memiliki lorong satu arah jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan di sekolah.

Branch-Elliman yang juga merupakan peneliti klinis di VA Boston Healthcare System ini menekankan bahwa memakai masker mungkin menjadi intervensi paling kritis dalam mengendalikan SARS-Cov-2.

Dia juga menunjukkan bahwa pengurangan jarak yang dibutuhkan antar siswa mempromosikan kelas yang lebih normal. Jika diterapkan, ini dapat membantu anak-anak menyesuaikan diri lebih cepat saat mereka kembali ke pembelajaran tatap muka.

Branch-Elliman juga menambahkan jika hal ini mungkin memang berbeda dengan sebelum pandemi. Tetapi setidaknya, perubahan ini bergerak menuju ke situasi yang lebih normal bagi anak-anak. (*)

Related Articles
Current Issues
Semakin Banyak Ahli Meminta Pemerintah Pertimbangkan Kembali Membuka Sekolah

Current Issues
Ternyata, Hanya 16 Persen Sekolah yang Siap dengan Pembelajaran Tatap Muka

Current Issues
Penelitian: 91 Persen Penyintas Covid-19 Masih Rasakan Gejala Jangka Panjang