Interest

Hati-Hati, 12 Provinsi Ini Bakal Terapkan Tilang Elektronik Mulai 23 Maret

Dwiwa

Posted on March 15th 2021

 

Kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas di negeri ini memang masih belum sempurna. Jika kita berkendara di jalan, pasti masih sering melihat pengendara kendaraan bermotor yang melanggar aturan, entah tidak memakai helm, melanggar lampu lalu lintas, atau tidak memakai sabuk pengaman saat mengendarai mobil.

Nah, jika kalian juga sering melakukan pelanggaran-pelanggaran ini, segera hentikan ya guys. Pasalnya nih, mulai 23 Maret mendatang, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal meluncurkan tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Tilang elektronik ini pada awalnya dijadwalkan akan diluncurkan pada 17 Maret, tetapi karena satu dan lain hal, akhirnya ditunda menjadi 23 Maret. Ini akan menjadi peluncuran tahap pertama ETLE dan akan diterapkan di 12 Polda yang ada di Indonesia. Kemudian akan disusul peluncuran kedua pada bulan April.

Dua belas Polda ini meliputi Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatera Barat, Polda Lampung, Polda Banten, Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya di DKI Jakarta, Polda Jawa Tengah, Polda DIY, Polda Jawa Timur, Polda Sulawesi Selatan, serta Polda Sulawesi Utara.

Agar pelaksanaan ETLE ini berjalan dengan baik, saat ini sejumlah sarana prasarana juga tengah dipersiapkan. Dengan begitu, diharapkan seluruh perangkat ETLE dapat dioperasikan sesuai jadwal pada 23 Maret.

Misalnya saja seperti yang sedang dilakukan di Jawa Tengah. Dilansir dari Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jawa Tengah akan menggunakan Kamera Portabel Penindakan Kendaraan Bermotot (Kopek) sebagai penunjang pelaksanaan program ETLE.

Menurut Pol Rudy Syarifudin, Kopek ini akan dipasang pada helm anggota Satlantas serta kendaraan roda 4. Dengan begitu, maka wilayah yang tidak terjangkau kamera ETLE bisa dipantau dengan menggunakan Kopek.

Nah, menurut Rudy, Kopek ini akan mengidentifikasi nomor polisi dan jenis kendaraan pelanggar yang sudah terintegrasi dengan data Samsat. Selain itu, Kopek juga dapat mengidentifikasi wajah pengguna motor yang telah terintegrasi dengan data SIM dan E-KTP.

Inovasi Kopek ini bukan hanya membuat petugas tidak perlu repot membawa surat tilang, tetapi juga mencegah kontak langsung pelanggar dan petugas di lapangan yang berpotensi menimbulkan titip tilang denda yang sering dijadikan win win solution.

Jika pelanggar tertangkap kamera tidak mematuhi peraturan lalu lintas, makan akan ada surat tilang yang dikirim ke alamat yang terdata melalui pos. Untuk dendanya, pelanggar bisa langsung mendatangi ke bank BRI untuk melunasi.

So, mulai sekarang lebih taat aturan yuk saat berlalu lintas. Bukan hanya sekadar agar tidak menerima surat cinta, tetapi juga untuk keselamatan kita bersama. (*)

 

Related Articles
Interest
Tilang Elektronik Sudah Diberlakukan, Bagaimana Cara Bayar Dendanya?

Interest
Tahun Depan Warna Pelat Nomor Kendaraan Berubah. Ini yang Wajib Diketahui...

Interest
Coronavirus, Polri Bebaskan Denda Pajak dan Beri Dispensasi SIM Expired