Current Issues

Ahli Temukan 24 Jenis Virus Corona Kelelawar, Salah Satunya Mirip SARS-Cov-2

Dwiwa

Posted on March 15th 2021

Asal usul virus corona baru penyebab Covid-19 masih menjadi misteri hingga saat ini. Para ilmuwan di seluruh dunia pun terus melakukan pencarian dari mana asal virus yang telah menginfeksi lebih dari 120 juta orang di dunia tersebut.

Dan menurut laporan SCMP, sebuah penelitian terbaru telah menemukan 24 jenis virus corona kelelawar yang sebelumnya tidak diketahui, empat diantaranya berkerabat dengan strain yang menyebabkan Covid-19. Semua virus ini ditemukan dalam radius kurang dari 4 km di barat daya Tiongkok.

Salah satunya bahkan memiliki kemiripan hingga 94,5 persen dengan SARS-Cov-2 penyebab Covid-19, yakni RpYN06. Kecocokan ini memang lebih rendah dibandingkan RaTG13 yang sebelumnya ditemukan di Yunnan beberapa tahun lalu yang 96 persen mirip dengan SARS-Cov-2.

Keduanya sama-sama memiliki protein yang berbeda dengan virus yang bertanggung jawab terhadap pandemi saat ini, tetapi dalam hal lain, RpYN06 tampaknya memiliki keterkaitan yang lebih erat.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Shi Weifong dari Shandong First Medical University mengumpulkan strain yang begitu beragam di daerah kecil di Provinsi Yunnan. Lebih dari 400 sampel, kotoran, urin, dan usapan oral dikumpulkan antara Mei 2019 dan November tahun lalu.

Dalam proses kunjungan lapangan dan analisi data, ilmuwan dari negara lain termasuk Australia juga ikut serta. “Keragaman genom virus ini kemungkinan besar telah diremehkan,” jelas mereka.

Kelelawar sendiri telah diketahui membawa virus penyebab penyakit lebih banyak dibanding mamalia lain, kecuali tikus. Hewan ini pun sudah lama menjadi target utama penelitian virus.

Menurut Shi dan rekan-rekannya, apa yang ditemukan saat ini menunjukkan jika nenek moyang SARS-Cov-2 telah meninggalkan garis keturunan RpYN06 dan TG13 beberapa dekade lalu dan mengalami peristiwa rekombinasi dengan membaur bersama spesies virus lain yang berbeda. Kapan itu terjadi dan hewan mana yang menjadi inang, mereka tidak tahu.

Selain kerabat SARS-Cov-2, penelitian yang dipublikasikan preprint di bioRxiv.org juga mengidentifikasi tiga virus yang terkait dengan SARS, jenis mematikan lain yang bertanggung jawab pada epidemi 2003 silam.

Dimana lokasi tepatnya virus-virus ini ditemukan tidak dikatakan, tetapi mereka memperingatkan jika temuan di area yang sempit sangat tidak terduga. Mereka juga menemukan virus yang sama dapat menginfeksi kelelawar yang berbeda, termasuk spesies yang penyebarannya mulai dari India, Asia Tenggara hingga Cina Selatan.

Dalam beberapa bulan terakhir, lebih banyak virus corona yang berkaitan dengan SARS-Cov-2 telah ditemukan di Kamboja, Thailand, bahkan Jepang. Virus ini bahkan memiliki inang tidak hanya kelelawar tetapi juga hewan lain seperti trenggiling.

Berdasarkan keterangan seorang ilmuwan yang mempelajari tentang evolusi virus corona, sebagian besar virus baru telah muncul di area tropis, dimana iklim yang panas dan spesies hewan yang melimpah memungkinkan berbagai virus bersaing dan berbaur satu sama lain untuk menciptakan varian baru.

Meskipun asal-usul darimana virus SARS-Cov-2 yang telah merenggut lebih dari 2,6 juta jiwa ini belum diketahui, tetapi analisis genetik dari mutasi virus menunjukkan bahwa virus mungkin telah menyerang manusia berbulan-bulan sebelum terdeteksi, mungkin pada awal musim panas atau musim gugur 2019.

Sampel positif telah ditemukan di air limbah dan sampel darah yang dikumpulkan di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan Eropa sebelum wabah Wuhan. Beberapa pasien salah didiagnosis dengan flu, campak, atau penyakit lainnya. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Tiap Tahun, Ratusan Ribu Orang Mungkin Telah Terinfeksi Virus Corona Kelelawar

Current Issues
Jangan Salahkan Kelelawar, Manusia Juga Punya Andil Dalam Munculnya Wabah Baru

Current Issues
Ilmuwan Temukan Virus Lain Mirip SARS-CoV-2 pada Kelelawar