Tech

Teknologi Pencetakan 3D Cepat Bisa Jadi Rahasia Mewujudkan Organ Buatan

Dwiwa

Posted on March 9th 2021

Perkembangan teknologi mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa mobil terbang mulai diuji coba, kemampuan robot yang semakin mirip manusia, hingga teknologi pencetakan 3D yang semakin canggih. 

Teknologi pencetakan 3D ini telah bisa digunakan untuk menghasilkan banyak hal. Mulai dari mencetak daging 3D, senjata api 3D hingga rumah cetakan 3D. Dan tampaknya, sebentar lagi peralatan canggih ini juga bakal bisa mencetak organ tubuh manusia.

Dilansir dari Gizmodo, para insinyur di University of Buffalo tengah mengembangkan metode pencetakan 3D yang bekerja jauh lebih cepat dibanding metode konvensional. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Advanced Healthcare Materials.

“Teknologi yang kami kembangkan 10-50 kali lebih cepat dari standar industri dan ini bekerja dengan ukuran sampel besar yang sebelumnya sangat sulit dicapai,” ujar salah satu penulis utama studi, Ruogang Zhao, seorang profesor muda teknik biomedis di Universitas tersebut.

Dalam sebuah video singkat yang ditunjukkan, terlihat bagaimana teknologi pencetakan 3D ini dapat menghasilkan sebuah tangan buatan dalam waktu 19 menit. Sebuah tugas yang menurut tim memakan waktu 6 jam ketika dikerjakan dengan metode pencetakan 3D konvensional.


Proses ini bergantung pada stereolitografi, metode pencetakan 3D yang membutuhkan laser untuk mengeraskan resin cair dan zat seperti jeli yang disebut hidrogel, yang dapat menyerap air dalam jumlah besar tanpa larut.

Hidrogel biasanya digunakan dalam produk komersial seperti lensa kontak, lem, dan popok sekali pakai. Tetapi para ilmuwan juga telah bereksperimen dengan zat ini dalam perawatan biomedis yang potensial.

“Metode kami memungkinkan pencetakan cepat model hidrogel berukuran sentimeter. Ini secara signifikan mampu mengurangi deformasi bagian dan cedera sel yang disebabkan oleh paparan berkepanjangan terhadap tekanan lingkungan. Ini sering ditemukan dalam metode pencetakan 3D konvensional,” jelas rekan penulis lainnya, Chi Zou, profesor muda teknik industri dan sistem di Universitas tersebut.

Meski saat ini terbatas pada model berukuran sentimeter, namun metode ini sudah cocok untuk mencetak sel dengan jaring pembuluh darah tertanam. Ini akan menjadi bagian penting untuk bisa menghasilkan organ ukuran manusia.

Tim dari Universitas Buffalo bukan satu-satunya yang melakukan penelitian tentang pencetakan organ manusia 3D. Ada banyak tim peneliti lain yang juga sedang melakukan pengujian untuk mencetak organ manusia buatan.

Jika nantinya organ buatan ini bisa benar-benar bekerja dan kompatibel dengan tubuh manusia, rumah sakit tidak lagi perlu bergantung pada donor organ untuk bisa menyelamatkan hidup dengan transplantasi.

Wah, tampaknya apa yang selama ini sering kita lihat di film science fiction sedikit demi sedikit akan hadir di dunia nyata. Kira-kira, teknologi canggih apa lagi ya yang bakal bisa kita gunakan dalam waktu dekat? (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Lawan Tiongkok, Senat AS Loloskan RUU Pengembangan Sains dan Teknologi

Current Issues
Peneliti Temukan Vitamin D Pengaruhi Jumlah Kasus dan Kematian Akibat Covid-19

Tech
Ilmuwan Temukan Bukti Bahwa Antartika Pernah Dihuni oleh Katak