Lifestyle

Ghosting Itu Apa sih? Ini Penyebab dan Dampaknya Buat Seseorang

Lagi viral banget di dunia maya, terutama trending Twitter

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 8th 2021


(Sumber: True Urban Culture)

Kata “ghosting” lagi ramai banget diperbincangkan setelah merebaknya kabar Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue putus. Buat kalian yang baru keluar dari gua alias nggak tahu sama sekali tentang kabar ini, jadi ceritanya begini.

Ibu dari Felicia itu marah-marah karena akun gosip "mulut besar" mengabarkan pacar si anak sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Padahal kata sang Ibu, Felicia beberapa hari tak dapat kabar dari Kaesang—alias menghilang gitu aja.

Nah, tindakan menghilang tanpa kabar tersebut disebut ghosting. Tanpa percakapan, gak bisa dikontak, pokoknya tiba-tiba seakan menyelesaikan hubungan secara hening. Kalau kamu mengalami hal ini, berarti kamu ghosted. Pokoknya orang yang tadinya nyata perlahan menghilang—sampai gak terlihat kayak hantu.

Kenapa orang bisa melakukan ghosting?

Dilansir dari Psychology Today, biasanya orang yang ghosting itu menghindari perasaan mereka yang sesungguhnya karena tidak ingin membuat perasaan seseorang jadi buruk. Terus terang kan bisa jadi menyakitkan banget. Bisa juga karena orang yang bersangkutan nggak tahu cara untuk menyampaikan perasaannya. Atau karena si pelaku belum yakin sama perasaanya, alias masih dilema berat.

Apa dampak dari ghosting?

Ghosting bukan masalah sepele. Buat si korban, tindakan menghilang tersebut dapat berujung pada trauma. Ini karena kita merasa tidak dihormati dan tidak berharga. Kita juga ditinggalkan dengan perasaan bingung dan bikin kita mencari-cari apa kita pernah berbuat salah? Apa kita kurang baik? Apa karena si M atau si N dia ninggalin aku? Overthinking. Akhirnya harga diri korban menurun.

Sakitnya merasakan hubungan berakhir karena ghosting itu punya tingkatan sakit yang sama seperti rasa sakit fisik lho. Kalau seseorang di-ghosting berkali-kali, bisa jadi kepercayaan dirinya makin menurun. Sebuah penelitian menunjukkan orang dengan kepercayaan diri rendah cenderung memiliki penghilang rasa sakit natural (opioid) yang lebih rendah juga. Jadi quotewhat doesn’t kill you makes you stronger“ tidak benar.

Ghosting termasuk dalam tindakan pasif-agresif. Pasif, nggak terlalu terlihat, tapi dampaknya merusak banget. Tindakan ini juga mengandalkan silent treatment (upaya menghadapi orang lain dengan cara diam) yang sudah dipandang sebagai kekejaman emosional oleh para ahli kesehatan mental.

Bagaimana kalau kita di-ghosting?

Psikolog bernama Jennice Vilhauer menyebut bahwa ketika kita jadi korban ghosting, ingat bahwa itu bukan salah kita dan tidak ada hubungannya dengan nilai diri kita. Ghosting adalah pesan keras kalau si pelaku belum dewasa secara emosional untuk menjalin hubungan serius dengan kita.

Si pelaku mungkin tidak berani mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya—yang berarti mungkin mereka gak paham akan dampak dari tindakan mereka atau mereka nggak peduli sama perasaan kita.

Buat kamu yang lagi mengalami sakitnya ghosting, tetap kuat. Kerahkan energi untuk melakukan sesuatu yang bikin kamu bahagia. Cerita ke orang yang tepercaya untuk mendapat dukungan tambahan. Kalau merasa kondisi kesehatan mental kamu tidak kunjung membaik atau mulai sulit melakukan aktivitas secara normal, segera konsultasi ke psikolog atau psikiater. Konsultasi kesehatan mental ditanggung BPJS lho, jadi bisa gratis. Kamu juga bisa telepon ke 119 extension 9 untuk terhubung ke layanan Sejiwa.

Tambahan, buat para warganet,  jangan pernah menyalahkan korban. Jangan terlalu cepat juga membela ke pihak tertentu. Kita nggak pernah tahu apa yang benar-benar terjadi di hubungan seseorang. Jadi please, jangan memperburuk keadaan denga nasal nyablak atau menyebar hoax.(*)

Artikel Terkait
Lifestyle
5 Alasan Seseorang Pilih Ghosting Daripada Langsung Memutuskan Hubungan

Lifestyle
Kasus Toxic Relationship Viral di Twitter, Kenapa sih Susah buat Langsung Putus?

Current Issues
Mengenal Istilah Ghosting, Haunting, dan Breadcrumbing dalam Hubungan Romantis