Current Issues

Terjadi EV Boom, tapi Saham Tesla Malah Turun

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 8th 2021

Industri mobil listrik memang sedang naik daun. Pengusaha di sektor teknologi kendaraan listrik seperti Elon Musk pun turut meraup keuntungan fantastis dari kondisi tersebut. Tapi ternyata tidak selamanya juga.

Elon Musk dan perusahaannya, Tesla, dikabarkan mengalami kerugian hingga USD 27 miliar (sekitar Rp 387,7 triliun) dikarenakan banyak investor menjual sahamnya pekan lalu. Harga saham Tesla mengalami penurunan hingga sebesar 16 persen per 1 Maret lalu. Penurunan nilai saham tersebut pun secara tak langsung menempatkan Musk kembali di posisi kedua orang terkaya di dunia, di bawah Jeff Bezos.

Kekayaan Musk yang saat ini bernilai USD 157 miliar (sekitar Rp 2,2 biliun) berada sekitar USD 20 miliar di bawah kekayaan Jeff Bezos. Meski demikian, kerugian Musk masih tertutupi oleh laba SpaceX yang tengah berkembang.

SpaceX  adalah perusahaan teknologi kedirgantaraan yang digadang Musk sebagai perusahaan swasta pertama di dunia yang menyediakan jasa perjalanan ke luar angkasa. SpaceX terus mengalami peningkatan jumlah investasi dan nilai valuasi perusahaan.

Tesla bukan satu-satunya produsen mobil listrik yang mengalami penurunan nilai saham. Startup asal Tiongkok, Nio bahkan mengalami penurunan harga saham hingga 40 persen, dibanding Februari lalu. Demikian pula dengan pesaing mereka, XPeng dan Li Auto.

Di tempat lain, perusahaan otomotif seperti Canoo, NIkola, Lucid dan Fisker juga mengalami nasib sama di medio bulan Februari ke Maret.  Salah satu faktor yang diduga mendorong para pemegang saham perusahaan kendaraan listrik di seluruh dunia adalah kelangkaan suplai microchip untuk kendaraan listrik.(*)

Related Articles
Current Issues
Dinobatkan Sebagai Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk: Well, Back to Work

Interest
Gokil! Elon Musk Dapat ‘Gaji’ Rp 96,5 Triliun Sepanjang 2020

Current Issues
Jokowi Tawari Elon Musk Berinvestasi dan Meluncurkan Roket SpaceX di Indonesia