Entertainment

Produksi Film Spider-Man: No Way Home Diduga akan Over-Budget. Kok Bisa?

Ahmad Redho Nugraha

Posted on March 8th 2021

Adaptasi komik menjadi film live action, apalagi yang berskala blockbuster, sama sekali bukan proyek remeh-temeh. Biaya pembuatan film Marvel Cinematic Universe (MCU) rata-rata menelan biaya produksi hingga USD 195 juta (sekitar Rp 2,8 triliun).

Film seperti Ant-Man membutuhkan dana sebesar USD 110 juta (sekitar Rp 1,6 triliun). Sementara film MCU kolosal seperti Avengers: Age of Ultron memakan biaya hingga USD 365 juta (sekitar Rp 5,25 triliun).

MCU tentu saja tidak takut rugi, mengingat tingginya animo para fans terhadap film-film mereka membuat investasi mereka pada film-film tersebut menjadi terbayarkan.

Salah satu sekuel film waralaba MCU yang paling populer, Spider-Man: Homecoming dan Spider-Man: Far from Home, ternyata termasuk film yang paling "murah" dari segi biaya produksi. Kedua film tersebut masing-masing menelan biaya produksi sebesar USD 175 juta (sekitar Rp 2,5 triliun) dan USD 160 juta (sekitar Rp 2,3 triliun).

Meski demikian, film ketiga Spider-Man MCU, No Way Home dikabarkan akan memakan biaya jauh lebih tinggi dari pendahulunya, bahkan diprediksi akan over-budget. Dilansir dari We Got This Covered, Daniel Ritchman dari tim produksi film tersebut menyatakan jika baik studio Marvel maupun Sony mencemaskan biaya produksi No Way Home yang mulai melambung tak terkendali. Dan, hal tersebut tampaknya lebih berdampak bagi Sony dibandingkan Marvel.

Marvel Studios berkontribusi sebesar 25 persen terhadap pembiayaan produksi film tersebut. Mereka akan menerima laba sebesar 25 persen dari hasil penayangan dan penjualan merchandise-nya. Di sisi lain, Sony menambal banyak miss dalam proses produksi film yang terdampak pandemi pada 2020 lalu.

Kabar baiknya, baik Marvel dan Sony menjamin film tersebut akan tetap tayang di bioskop. Mereka berencana menayangkan Spider-Man: No Way Home pada Desember mendatang, saat kondisi pandemi sudah mulai mereda dan bioskop sudah beroperasi dalam kapasitas maksimal. Harapannya, mereka dapat mengeruk keuntungan maksimal dari penayangannya.

Selain karena kondisi pandemi saat shooting, faktor lain yang membuat film Spider-Man kali ini lebih mahal dari pendahulunya adalah karena konsep multiverse yang mulai diperkenalkan dalam ceritanya. Banyak gosip liar yang beredar tentang film ini, mulai dari kemunculan aktor Spider-Man di film sebelumnya (Tobey Maguire dan Andrew Garfield) hingga kemunculan penjahat super Spider-Man dari universe lain.

Apapun itu, Marvel dan Sony jelas tengah menyiapkan kejutan bagi para fans Spider-Man lewat film Spider-Man ketiga mereka.(*)

Related Articles
Entertainment
[REVIEW] Thanos Jadi Idola, Ada Apa dengan Avengers?

Entertainment
Sam Raimi Bakal Sutradarai Doctor Strange 2. Akankah Tobey Maguire Ikutan?

Entertainment
Poster Baru ‘Spider-Man: No Way Home’ Ungkap 4 Penjahat Masa Lalu, Siapa Saja?