Current Issues

Ada Bahaya Mengintai Jika Sembarangan Pamer Sertifikat Vaksinasi di Media Sosial

Dwiwa

Posted on March 8th 2021

 

Program vaksinasi telah menjadi angin segar di seluruh dunia untuk segera mengakhiri pandemi. Di Indonesia, program vaksinasi ini sudah dimulai sejak pertengahan Januari dan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kelompok prioritas.

Bagi yang sudah selesai mendapatkan dua dosis vaksin akan memperoleh sertifikat vaksinasi Covid-19. Ini sebagai bukti bahwa mereka memang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 secara lengkap.

Sertifikat vaksinasi ini pun kemudian banyak diunggah oleh netizen ke akun media sosial mereka. Entah apa tujuan mereka mengunggah sertifikat vaksinasi. Tetapi yang jelas, hal tersebut ternyata mempunyai potensi bahaya tersendiri loh.

Lah, apa bahayanya emang? Kan itu cuma sertifikat vaksin aja, bukan kartu tanda penduduk alias KTP.

Jangan remehkan selembar sertifikat vaksin ini yah. Kepada Antara, Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan jika di dalam selembar sertifikat ini, terdapat sejumlah data pribari yang sebaiknya tidak diumbar ke publik.

Di dalam sertifikat yang juga disebut dengan kartu kuning ini terdapat nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), serta tanggal lahir. Belum lagi ada QR code yang merupakan tautan yang terhubung dengan data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

Jadi nih, kalau kalian mengunggah kartu vaksin ini secara utuh, sama artinya dengan membagikan data pribadi gratis ke semua orang. Oknum-oknum yang berniat jahat bisa dengan mudah memanfaatkan data kalian untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.

Ditangan profesional, data-data yang tercantum di kartu kuning itu bisa dirangkai untuk mengetahui identitas pribadi individu. Jika sudah didapat, ini bisa digunakan untuk melakukan penipuan, peminjaman online oleh pihak lain, hingga pembobolan rekening bank. Waduh, serem ya.

Beberapa netizen yang mengunggah sertifikat Covid-19 memang sudah melakukan penyensoran untuk nama, tanggal lahir hingga NIK. Tetapi tidak sedikit yang lupa menutup bagian QR code yang tersambung dengan data di PeduliLindungi.

So, daripada mengambil risiko, sebaiknya memang kartu kuning ini tidak perlu dipamerkan di media sosial. Cukup dimanfaatkan ketika memang benar-benar dibutuhkan, seperti misalnya saat ditanyai petugas berwenang ketika akan menggunakan transportasi umum atau mendapatkan layanan kesehatan. (*)

Related Articles
Current Issues
Berencana ke Luar Negeri? Begini Cara Aktifkan Sertifikat Vaksin Internasional

Current Issues
Studi: Omicron Dapat Menghindari Sistem Kekebalan Lebih Baik dari Delta

Current Issues
Efek Samping Ini Paling Sering Dialami Remaja Saat Divaksin Covid-19