Current Issues

Vaksin Covid-19 Terbukti Penting Atasi Pandemi, Turunkan Infeksi Sampai Kematian

Dwiwa

Posted on March 6th 2021

 

Kehadiran vaksin Covid-19 yang sudah digunakan untuk massal di berbagai belahan dunia telah memberikan harapan baru terhadap berakhirnya pandemi. Dan kabar baiknya lagi, beberapa vaksin yang digunakan ini berfungsi seperti saat uji coba.

Dilansir dari Insider, para ilmuwan yang melacak kinerja vaksin dari Moderna, Pfizer, dan AstraZeneca menemukan bahwa mereka bekerja dengan baik untuk melindungi orang dari Covid-19 dan memenuhi hasil vaksin yang diberikan dalam uji coba pada manusia.

Ditambah lagi, meskipun vaksin telah diberikan kepada jutaan orang, tidak ada masalah keamanan tidak terduga yang muncul. Ini adalah kabar baik karena obat-obatan dapat bekerja secara berbeda di dalam percobaan dan dunia nyata.

Uji klinis hanya memperkirakan kemanjuran obat sedangkan dunia nyata adalah yang paling penting. Penelitian terbaru menunjukkan vaksinasi bermanfaat bagi banyak orang, terutama mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit serius.

Meski begitu, butuh waktu bertahun-tahun agar vaksin bisa mencapai jumlah populasi dunia yang cukup untuk menghentikan pandemi. Sekitar 265 juta dosis vaksin telah diberikan di seluruh dunia, menurut Bloomberg News.

Dengan kecepatan saat ini, butuh waktu setengah dekade bagi 75 persen populasi dunia untuk diimunisasi berdasarkan perhitungan Bloomberg. Ditambah lagi, beberapa vaksin mungkin jadi kurang efektif terhadap varian baru seperti yang beredar di Brasil dan Afrika Selatan.

Namun, karena semakin banyak orang yang disuntik, data yang telah dikumpulkan dari negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Israel membuktikan apa yang diharapkan oleh ahli virologi dan ahli kesehatan masyarakat. Vaksin ini memang bermanfaat.

Beberapa temuan utama dari ilmuwan di antaranya adalah dua dosis vaksin Pfizer 94 persen efektif mencegah penyakit simptomatik dan 92 persen efektif mencegah infeksi secara keseluruhan, menurut data dari Israel.

Kemudian dosis tunggal Pfizer atau AstraZeneca menurunkan risiko rawat inap masing-masing sekitar 85 persen atau 94 persen, menurut data dari Skotlandia. Selain itu, reaksi alergi terhadap suntikan Pfizer dan Moderna sangat jarang terjadi di AS, dengan sekitar 4,5 reaksi per satu juta dosis atau 0,00045 persen.

Orang yang diimunisasi dan kemudian terpapar Covid-19 juga memiliki viral load yang lebih kecil. Ini menunjukkan risiko penyakit serius yang lebih rendah atau mudah menyebarkan virus ke orang lain, menurut temuan pada ilmuwan Israel.

Beberapa data ini belum secara resmi ditinjau oleh para ahli independen. Mengingat pentingnya pandemi, hasil sering kali dibagikan lebih dahulu sebagai pracetak, atau sebagai draf makalah yang belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

Tetapi kesimpulannya jelas : vaksin ini bekerja dengan baik. Ilmuwan telah mengidentifikasi tidak ada efek samping mengejutkan atau masalah keamanan. Secara umum, orang yang diimunisasi mengalami efek samping yang sudah diprediksi seperti sakit kepala dan kelelahan, yang berlangsung selama satu atau dua hari setelah vaksinasi dan kemudian membaik.

Suntikan itu tampaknya secara drastis mengurangi kemungkinan tertular Covid-19 dan sangat efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian. Untuk sekelompok kecil orang yang diimunasi dan sakit, penyakitnya biasanya lebih ringan. Kemungkinan besar suntikan ini menghambat penularan virus.

Pakar vaksin mengatakan pada Insider pada September, sebelum hasil studi tahap akhir keluar, bahwa mereka secara realistis berharap akan memiliki vaksin Covid-19 yang efektif 70 atau 80 persen. Sementara FDA Amerika Serikat bersedia memberi lampu hijau jika vaksin setidaknya efektif 50 persen.

Dua vaksin yang pertama diijinkan di negara tersebut menunjukkan efektivitas 95 persen dalam uji coba. Saat digunakan secara luas di dunia nyata pun manfaat tersebut memang terjadi.

Terlebih lagi, hasil menunjukkan bahwa vaksin membantu mencegah berbagai masalah Covid-19, infeksi tanpa gejala, penyakit bergejala, penyakit parah, rawat inap, penggunaan ventilator, dan banyak lagi.

Tetapi satu hal yang harus diingat, virus corona masih jauh dari bisa dikalahkan. Data terbaru memang menunjukkan jika vaksin memiliki dampak signifikan menurunkan penyebaran, yang berarti vaksin tidak hanya melindungi kalian tetapi juga komunitas.

Namun beberapa varian telah mengalami mutasi yang mungkin dapat mengurangi perlindungan dari vaksinasi. Selain itu para peneliti masih belum tahu berapa lama vaksin akan memberi perlindungan. Mungkin kita perlu mendapatkan suntikan penguat secara rutin.

Sangat mudah tersesat dalam banyaknya berita tentang vaksin, terutama karena pesan optimisme terputus karena ketakutan tentang varian virus baru yang mungkin mengurangi dampaknya. Meskipun masih perlu banyak hal dilakukan, peluncuran awal vaksin ini memberi pesan sederhana ke publik : Suntikan ini sangat aman dan efektif. (*)

Related Articles
Current Issues
Inggris Teliti Kombinasi Penggunaan Dosis Dari Dua Vaksin Covid-19 yang Berbeda

Current Issues
Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 yang Digunakan Aman dan Bermanfaat

Current Issues
Vaksin Pfizer Diklaim Bisa Lindungi dari Mutasi Baru Covid-19