Current Issues

Pemakaian Masker di AS Sangat Pengaruhi Penurunan Kasus Covid-19

Dwiwa

Posted on March 6th 2021

 

Kewajiban memakai masker telah banyak digaungkan para pemangku kebijakan sejak pandemi Covid-19 menyebar luas. Sementara orang-orang juga dianjurkan untuk di rumah saja dan menghindari aktivitas keluar rumah yang tidak penting seperti makan di restoran.

Dan, sebuah studi menunjukkan jika dua hal ini memang memiliki kontribusi terhadap penyebaran Covid-19. Dilansir dari AP, Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) merilis studi ini pada Jumat (5/3). Di sana disebutkan bahwa konsistensi pemakaian masker dapat menurunkan penurunan penularan kasus. Sementara, peningkatan kasus secara signifikan kerap terjadi karena aktivitas makan di luar rumah.

"Semua ini sangat konsisten. Kalian mengalami penurunan kasus dan kematian saat memakai masker. Sebaliknya kalian mengalami peningkatan kasus dan kematian saat makan di restoran secara langsung,” ujar Direktur CDC Rochelle Walensky.

Penelitian baru ini dibangun berdasarkan studi CDC yang lebih kecil, termasuk yang menemukan bahwa orang di 10 negara bagian Amerika yang terinfeksi pada Juli tampaknya telah makan di restoran. Serta penelitian lain yang menemukan bahwa mandat masker di 10 negara bagian dikaitkan dengan pengurangan rawat inap.

Para peneliti mengamati wilayah-wilayah di AS yang menerapkan mandat masker dan mengizinkan makan di restoran, baik di dalam ruang maupun di meja luar. Studi tersebut melihat data dari Maret hingga Desember tahun lalu.

Ilmuwan menemukan bahwa mandat masker dikaitkan dengan penurunan penularan virus corona dan peningkatan kasus baru dan kematian seiring berjalannya waktu.

Penurunan  tingkat pertumbuhan bervariasi dari setengah poin presentase sampai hampir 2 poin presentase. Ini mungkin terdengar kecil, tetapi semakin banyak jumlah orang yang terlibat dampaknya akan meningkat seiring waktu.

“Setiap hari tingkat pertumbuhan menurun, efek kumulatif - dalam hal kasus dan kematian - bertambah menjadi cukup substansial,” jelas Gery Guy Jr, seorang ilmuwan CDC yang menjadi penulis utama studi tersebut.

Pembukaan kembali restoran tidak diikuti oleh peningkatan kasus dan kematian yang signifikan dalam 40 hari pertama setelah pembatasan dicabut. Tetapi setelah itu, ada peningkatan sekitar 1 poin presentase dalam laju pertumbuhan kasus dan kemudian 2 hingga 3 poin presentase dalam laju pertumbuhan kematian.

Menurut Guy, hal itu mungkin terjadi karena restoran tidak segera buka dan karena banyak pelanggan mungkin masih ragu-ragu untuk makan di sana tepat setelah pembatasan dicabut. Selain itu, selalu ada jeda ketika seseorang terinfeksi dan kemudian sakit, dan lebih lama saat mereka berakhir di rumah sakit dan meninggal.

Menurut William Hanage, ahli dinamika penyakit di Universitas Harvard yang tidak terlibat penelitian, dalam kasus makan di luar, penundaan kematian juga disebabkan oleh fakta bahwa yang meninggal mungkin bukan pengunjung langsung, tetapi mereka bisa terinfeksi dan menularkannya ke orang lain yang sakit dan meninggal.

“Apa yang terjadi di restoran tidak hanya tinggal di restoran,” ujarnya.

Meski begitu, CDC tidak mengatakan bahwa makan di tempat harus dihentikan. Tetapi lebih kepada memperketat upaya pencegahan, seperti mempromosikan makan di luar ruangan, memiliki ventilasi dalam ruangan yang memadai, pegawai bermasker dan meminta pengunjung memakai masker saat tidak makan atau minum. (*)

Related Articles
Current Issues
Kreatif! Hindari Penularan Covid-19, Restoran Ini Berikan Layanan Car-In

Current Issues
Penularan Masih Tinggi, Google Doodle Hari Ini Ingatkan untuk Tetap Pakai Masker

Current Issues
Yuk Kenali Covid Tongue yang Diduga Gejala Baru Virus Corona