Current Issues

Kapan Sih Kita Bisa Bebas Piknik Lagi? Begini Kata Para Ahli

Dwiwa

Posted on March 5th 2021

 

Jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia memang masih terus menanjak. Tetapi kehadiran vaksin Covid-19 yang mulai digunakan untuk massal di berbagai belahan dunia menjadi harapan baru.

Namun jika berbicara soal piknik, tampaknya kita masih harus melalui jalan panjang untuk bisa kembali seperti dulu. Meski para ahli perjalanan optomis jika semuanya akan mulai membaik pelan-pelan tahun ini, tetapi seberapa cepat itu terjadi tergantung dari tempat tinggal, tujuan dan apakah virus dan mutasinya bisa dikelola dengan baik.

Dengan banyaknya ketidakpastian, di rumah saja masih menjadi pilihan yang paling aman. Tetapi, tentu tidak ada salahnya untuk melihat ke masa depan.

Dilansir dari CNN, beberapa ahli mengatakan jika penerbangan jarak jauh sebenarnya masih bisa dilakukan, dengan beberapa pengecualian. Misalnya tujuan ke Selandia Baru/Australia yang lebih sulit dipesan karena maskapai penerbangan seperti Qantas banyak membatasi penerbangannya.

Selain itu, aturan masuk ke sebuah negara tentu berbeda-beda, tergantung dari negara tujuan dan asal keberangkatan. Dubai misalnya, menjadi salah satu tujuan yang paling terbuka sementara Selandia Baru termasuk yang paling tertutup.

Pelancong harus memeriksa peraturan saat akan memesan tiket dan sekali lagi sebelum berangkat. Selain itu, jangan melakukan perjalanan tidak penting jika bertentangan dengan panduan resmi yang berlaku. Dan mulai kembalinya perjalanan ini tampaknya akan terjadi pada akhir 2021.

“Penguncian mungkin akan seketat sebelumnya, terutama di Eropa, Amerika, dan negara lainnya. Kami berharap akan ada cahaya di akhir terowongan meskipun kami prediksi jarak jauh akan menjadi hal terakhir yang pulih,” ujar Chris Goater, kepala komunikasi perusahaan di Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).

Lalu bagaimana dengan “gelembung perjalanan” dan perjalanan jarak pendek?

Goater IATA lebih optimis kebangkitan penerbangan jarak pendek. Menurutnya, pemerintah akan menghadapi tekanan lebih besar untuk melonggarkan pembatasan karantina ke tetangga dibanding perjalanan jarak jauh.

“Gelembung perjalanan tampaknya belum terwujud. Inggris pernah mengadakan pertemuan dengan Dubai pada musim panas, tetapi kami belum mendengar contoh lain yang berhasil. Ada rumor tentang hal itu untuk Hong Kong / Singapura dan Australia / Selandia Baru tetapi ini belum terwujud. Kami mendapat kesan bahwa mereka tidak melakukannya karena terlalu rumit untuk melacak semuanya,” ujar Alexis Barnekow, pendiri dan CEO aplikasi pemesanan Chatflights.

Sementara untuk perjalanan domestik, tampaknya akan lebih cepat pulih. Apalagi dengan hadirnya vaksin yang kini telah digunakan oleh lebih banyak orang di berbagai negara. Apalagi jika pembatasan dan lockdown sudah dilonggarkan, perjalanan domestik akan mengalami peningkatan.

Salah satu yang banyak dijadikan pilihan ketika melakukan perjalanan domestik adalah dengan jalur darat. Menurut Bryce Conway, pendiri 10xTravel, perjalanan darat telah menjadi populer tahun lalu karena tampaknya menjadi bentuk perjalanan teraman selama pandemi.

“Risiko terpapar Covid-19 sangat rendah jika melakukan perjalanan darat dan tinggal di AirBNB dengan mereka yang tinggal di rumah yang sama atau hotel yang mengikuti protokol keselamatan yang tepat,” ujarnya.

Lalu pentingkah kita melakukan vaksinasi?

Menurut Conway, ini akan menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi industri perjalanan dalam 12-24 bulan ke depan. “Paspor vaksin”, yang dapat membatasi perjalanan pada orang yang belum divaksinasi adalah salah satu topik yang paling hangat diperdebatkan di industri perjalanan saat ini.

Beberapa tujuan, termasuk Seychelles, Siprus, dan Polandia, telah mencabut syarat karantina bagi pengunjung yang dapat membuktikan mereka telah divaksinasi. Meski begitu, saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum menyarankan penggunaan paspor vaksin. (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Vaksin Jadi Angin Segar Penerbangan Internasional, Tetapi Bukan Segalanya

Current Issues
CDC: Setelah Divaksin Penuh, Orang Lebih Aman Bepergian. Asalkan...

Current Issues
Kecerdasan Buatan Bisa Jadi Solusi untuk Perjalanan Lebih Aman Saat Pandemi